Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

09 December 2010

Syukur

Alhamdulillah masih diberi kesempatan oleh Allah diberikan banyak kenikmatan dengan jalannya masing-masing.
Bersyukur masih bisa menyaksikan dan menemani anak-anak tumbuh dan mengajarkan kebaikan kepada mereka. Bersyukur dipercayakan sepasang anak laki dan perempuan. Bersyukur atas semua kebaikan yang Allah berikan yang tentunya didapat dengan jalannya masing-masing sesuai dengan yang Allah gariskan.
Bersyukur masih diberi kesempatan melahirkan anak-anak yang lucu dan semoga kelak menjadi anak-anak yang shalih dan mampu menjadi penyejuk mata bagi orang-orang dilingkungannya. Meskipun dengan cara yang berbeda dari ibu-ibu kebanyakan yang melahirkan bayinya dengan normal dan tanpa masalah. Aku masih bersyukur, walau harus melalui jalan yang berbeda, kedua anakku lahir dengan operasi dan bermasalah dengan Berat Badannya (BBLR). Tapi ya itulah, setiap kebahagiaan ditempuh dengan jalannya masing-masing. 
Dan cara Allah itu indah sekali untuk membuat ummatnya mendapatkan  suatu pengetahuan. Dengan berbagai masalah terkait kandungan yang beberapa kali harus kulalui, membuatku semakin banyak mendapat ilmu tentang kedokteran, kesehatan, kandungan, penyakit dan bayi dengan beberapa masalah baik karena BBLR maupun Premature.
Mungkin tulisan berikutnya akan mengulas tentang hal-hal baru yang kudapatkan. InsyaAllah

Azizah Al-Haqqoni

Ini Foto Azizah 3 minggu, masih imut

Mas Fathan sayang dedek Azizah

 
Dedek Azizah lagi pules bobok


Mas Azizah seneng ada dedek

Hati-Hati Memilih Dokter Kandungan

Untuk Kawan Perempuan baik yang masih gadis ataupun sudah ibu-ibu, baik yang sudah hamil maupun yang sedang merencanakan kehamilan. Tak lupa buat para laki-laki yang dalam hal ini bapak ataupun suami. Sebaiknya anda perlu berhati-hati memilih dokter Spesialis Kandungan/Obgyn (dspog), kenapa? Karena objek yang diperiksa adalah daerah rawan yang kalau terjadi kesalahan bisa berakibat fatal. 

Menyinggung tentang kesalahan diagnosa/pemeriksaan, akhir-akhir ini sering terjadi malpraktek, bahkan tak sedikit kasus-kasus malpraktek terjadi di rumah sakit - rumah sakit besar yang ditangani oleh dokter-dokter dengan jam terbang tinggi dan dengan fasilitas penunjang pemeriksaan yang berkualitas. Begitupun di sekitar saya, beberapa terjadi di rumah sakit dan orang-orang disekeliling saya baik dokternya sebagai pelaku malpraktek maupun pasien dalam hal ini sebagai korban, termasuk saya sendiri.

Berikut beberapa kasus malpraktek yang terjadi di sekitar saya dan yang saya alami sendiri sebagai pengalaman pribadi yang saya pikir baik untuk dibagi agar orang lain tidak menjadi korban yang sama.

Kasus pertama diceritakan oleh seorang kawan sesama ibu, yang korbannya memang tidak saya kenal, tapi dokternya adalah dokter yang sama yang menangani saya, hanya saja kami berdua berada pada RS yang berbeda. Karena dspog yang bersangkutan memang praktek di banyak tempat di RS-RS Besar. Sebut saja ibu A yang baru mengetahui bayinya tidak lengkap jarinya setelah keluar dr RS. Ibu A tidak tahu sebelumnya karena selama di RS yang mengurusi bayi adalah perawat dan pastinya bayi di bedong terus selama di RS kecuali saat berganti pakaian saja terlihat jari-jarinya itupun yang merawat bayi adalah perawat. Namun baiknya sang perawat yang menjadi operator selama ibu A di ruang operasi mengadukan kejadian yang disimpan rapat oleh dspog yang menangani ibu A ini. Bahwasannya pada saat melakukan bedah di perut ibu A dengan pisau laser, jari si dedek bayi ikut terpotong dan disimpan di saku pakaian steril yang diapakai oleh dspog yang menangani dan tidak melaporkan diri ke pihak RS. Dan Dspog yang bersangkutan diskors dari RS tersebut.

Kasus Kedua, masih dengan dokter yang sama namun dengan sumber yang berbeda. Sumbernya adalah teman kakak yang merupakan korban langsung dari si dspog yang sama tersebut. Ibu tersebut menyampaikan ke kakak saya, bahwa bayinya meninggal di dalam kandungan tanpa sebab dan itu tidak terdeteksi selama pemeriksaan padahal ibu itu mengaku kalau dia melakukan pemeriksaan rutin. Wallahua'lam bis shawwab

Kasus ketiga, ini terjadi pada seorang istri teman suami, kebetulan saya juga kenal hanya saja dokter yang menangani berbeda. singkat cerita, Ibu tersebut melakukan bedah cesar untuk mengeluarkan bayinya dan diikuti terpotongnya saluran kencing yang mengakibatkan ibu tersebut harus memakai kateter selama 3 minggu setelah bedah cesar yang dilakukannya. 

Kasus berikutnya, dialami oleh tante saya. Beliau cesar anak pertama dan beberapa waktu sesudahnya mengalami nyeri/sakit hebat di perutnya. Ternyata setelah dilakukan USG, tampak sebuah gunting bedah di dalam perutnya. Akhirnya tante saya harus dibedah lagi untuk mengeluarkan gunting yang tertinggal di dalam perutnya.

Kasus terakhir adalah kasus yang saya alami sendiri. Seperti saya sampaikan di tulisan saya sebelumnya, saya mengetahui bahwa kandungan saya bermasalah setelah mendekati waktu kelahiran. Tepatnya di minggu ke 35 masa kehamilan saya. Bermula dari pemeriksaan dua mingguan hingga masuk pemeriksaan satu mingguan saya curiga dengan perut yang tak kunjung membesar dan berat badan bayi yang tak juga bertambah. Padahal dari beberapa sumber yang saya dapat, seharusnya pertumbuhan BB bayi di minggu-minggu ini naik 0.5 kg. Karena diagnosa dokter menyatakan sehat dan normal lagi-lagi saya ga bisa bertanya lebih banyak karena setiap pertanyaan saya selalu dijawab dengan, "gak papa, ibu. Bayinya sehat dan normal". Sebenarnya meski tidak nyaman karena jawaban beliau di setiap waktu kontrol selalu sama dan waktu pemeriksaan yang terburu-buru, saya terpaksa menerima karena beliau adalah dspog perempuan satu-satunya di RS besar di dekat tempat tinggal saya. Dan Sebagai second opinion saya periksa di tempat lain dengan dokter yang berbeda (kali ini terpaksa karena dokternya laki-laki, hiks) dan kebetulan di RS tersebut menerima share jamkes untuk PNS. Dari hasil pemeriksaan dspog ini, menurut beliau terjadi beberapa keanehan dalam kandungan saya, ketuban yang berkurang dan BB bayi yang terjadi selisih lebih kecil 4 minggu dari yang seharusnya. Intinya bayi tidak berkembang dan harusnya sudah diketahui dari 4 minggu yang sebelumnya. Akhirnya setelah mencari dokter yang lain sebagai penguatan dari dua pendapat yang berbeda, saya mencoba mencari opini yang lain dari dokter senior di RS yang lain. Dari sanalah aku harus puas dengan diagnosa dokter yang mendukung pernyataan dokter kedua atas pemeriksaan kandunganku. Dan akhirnya harus dilakukan bedah cesar karena ketuban sudah kering. Inilah foto bayiku yang kata dokter yang membantu proses kelahirannya, seperti berada di padang pasir-kering kerontang.



Pendidikan Seks Anak

Postingan ini terinspirasi dari koment saya di blog teman.

Menurut penjelasan Bu Herlini Amran, Sebagai orang tua, mengajarkan pendidikan seks kepada anak sejak dini itu hukumnya wajib… tentu saja sesuai dengan porsinya.
1. mengajarkan anak rasa malu sejak ia masih bayi, misal membiasakan ia mandi dan berganti pakaian di tempat tertutup atau tidak di depan orang lain
2. menjaga anak perempuan dalam berpakaian, terutama ketika saudaranya (kakak/adiknya) sudah mengerti perbedaan aurat laki dan perempuan
3. memisahkan tempat tidur atr anak laki dan perempuan sejak usia tamyiz (7-10 th)
4. mengajarkan kepada anak untuk meminta ijin sebelum masuk kamar ortu/sauadaranya sejak usia tamyiz
5. mengajarkan anak tentang cara berpakaian sejak kecil (pakaian laki dan pakaian perempuan)
6. mengajarkan anak maskulin untuk anak laki dan feminin untuk anak perempuan dalam hal berpakaian dan mainan
7. mengajarkan anak thdp semua pekerjaan tanpa memandang gender
8. membiasakan anak menjalankan kewajiban dalam islam sejak kecil, dan mengajarkan anak kewajiban2 yang tidak boleh ditinggalkan setelah ia baligh
9. mengajarkan anak pendidikan ttg Rumah Tangga ketika menjelang pernikahannya
10. yang ini mohon maaf ya, tp penting sekali. orang tua tidak berhubungan suami istri di dekat (dalam satu ruangan) anak skalipun anak sedang tidur dan masih bayi.

pengetahuan ini saya dapat sewaktu kunjungan ke rumah bu herlini amran dan beliau menerangkan ttg pendidikan seks anak sejak dini. smoga bermanfaat

11 November 2010

Hasil Second Opinion

Serangkaian test pemeriksaan mulai dari USG hingga CTG telah kulalui. Dengan tetap menenangkan hati dan menguatkan diri, aku coba bertanya pada perawat hasil dari pemeriksaan tadi. Dan benar saja mengetahui hasilnya membuatku bertambah tegang, apalagi tampak raut muka perawat yang menanganiku sedikit cemas. Kesimpulan dari rangkaian pemeriksaan adalah, aku harus segera mengeluarkan janin yang ada dalam kandunganku, malam ini atau besok pagi. Allahu akbar.. Rabb, kuatkan hamba.. Mencoba tetap tegar..

10 November 2010

Tanpa ditemani Suami

Mencoba sabar dan tegar, terbayang perjalanan pulang, sendiri tanpa ditemani suami, ga ada ojek, ga ada taxi pula.
Bingung, cemas, sedih membuat butir2 air mata serasa mau tumpah manakala telepon dan pesan tak henti2nya masuk menanyakan hasil pemeriksaan, menambah sesak dada yang sedari tadi mencoba menahan diri untuk tetap tegar.
Alhamdulillah sedikit lebih tenang, ada mas yang bisa jemput dan memberikan penguatan. Juga suami yang berjanji segera pulang setelah merampungkan tugasnya. Allah jagalah kami.

08 November 2010

Second Opinion (part 2)

Masih soal second opinion.
Malam itu juga, setelah menitipkan fathan pada budhenya, aku berangkat ke RS tujuan dengan diantar tukang ojek (yang ini bukan jekpri, tp bener2 tukang ojek). Maklumlah suamiku masih seorang kuli yang siap terima tugas tambahan sewaktu2. Jadilah aku konsultasi sendirian.
Tanpa komunikasi panjang lebar, dokter menyuruhku mengikuti serangkaian tes sebagai pemeriksaan lanjutan. Tentulah aku smakin stress, apalagi serangkaian tes yang kujalani slesai hingga larut malam. Bersambung..

30 June 2010

Fathan (gb)



inilah anakku yang suka skali dibuatin mainan dari koran atau kertas, perahu, topi, pesawat, dll

11 May 2010

Adeknya Fathan

Ini adalah minggu ke-11 kehamilanku, alhamdulillah atas rahmat dan karunia-Mu Rabb-ku... .
Setelah melewati hari-hari yang tak menentu dengan kondisi tubuhku sendiri, kini Alhamdulillah sudah lebih ringan dari hari-hari sebelumnya yang kadang enerjik/semangat, kadang lemah. Semoga ke depan lebih ringan dan lapang, amiin. 
Sebelum usia 4 bulan ini, aku harus lebih rajin berdo'a untuk anak yang kukandung ini. Karna nanti di bulan ke-4 Allah akan meniupkan ruh-nya dan menyertakan padanya 4 hal, usia, rizki, jodoh, susah/senang.
Smoga kami-orang tua bagi anak-anak kami adalah orang tua yang shalih-shalihah shingga bisa mlahirkan anak-anak yang shalih-shalihah pula yang bisa menjadi generasi terbaik di masanya kelak, dan mereka gunakan keshalihannya untuk agama, keluarga dan masyarakatnya kelak. dan smoga Engkau kumpulkan kami dengan keluarga kami dalam sebaik-baik kondisi di syurgamu, nanti. amiin

19 January 2010

Fathan n' Aktivitas belajarnya

 Anakku yang lucu makin pintar aja, aku yakin anak-anak kalian juga kan? Masing-masing ortu pasti akan mengatakan bahwa anaknya lah yang paling lucu dengan segala polah tingkah dan kekurangan juga kelebihan yang ia miliki.
Kali ini aku mau share tentang pelajaran MENIRU, baru-baru ini ia punya aktivitas baru yaitu menirukan gaya bahasa tubuh pemeran film kartun anak hadiah dari susu. Ya mungkin saking seringnya ia melihat jadi ia bisa otomatis menirukan bahkan hapal detil-detilnya sebelum dan sesudahnya. Pernah baca di sebuah artikel, bahwa anak usia 2-3 th adalah masa2 menirukan atau meningkatnya kecerdasan motorik kasar pada anak. Dengan hanya melihat saja ia bisa menirukan, khusus untuk anak dengan kecerdasan gerak. Wallahua'lam, Fathan masuk di dalamnya atau tidak.
Tidak hanya sekarang setelah usianya 2 tahun lebih, tapi sejak dia bisa mulai berdiri. Dia sudah bisa mengikuti kami dalam aktivitas sholat secara bertahap, berawal dari berdiri, takbir dan duduk. Sekarang di usianya yang 2 tahun ini, ia sudah bisa mengikuti sholat dengan lengkap kecuali bacaannya, cuma bisa 'AllahuAkbar' dan 'Amiin' dan diakhiri dengan do'a. Bahagianya... . Smoga kelak ia jadi anak yang Sholeh. amiin

14 January 2010

Fathan dan 'tempat tidur'-nya

Malam pun tiba setelah lelah seharian menunggu 'GRIYA BATIK', berat juga mata ini serasa ingin terpejam, kalo saja g punya anak mungkin aku langsung terkapar. Tapi apa daya anakku menantiku untuk membersamainya melakukan aktivitas baik. Ya dia punya kebiasaan sebelum tidur, aku bilang sih kebiasaan baik. Sebelum tidur dia melepas pakainnya sendiri meletakkannya di tempat baju kotor, kemudian cuci muka, tangan kaki (aku sdh mengajarinya wudhu termasuk juga sebelum sholat/ke masjid), gosok gigi dan ganti baju tidur. Sampai di sini cukup.
Fathan punya kasur kesayangannya, dia punya sejak dia usia 4 bln. Kasur busa ukuran no.2 yang kami beli sewaktu ibu mertuaku mendadak datang karna pengen nengok cucu sedangkan kami cuma punya satu kasur, hehheh maklumlah. Dan sejak usianya 1,5 tahun dia mulai tau kalo kasur itu adalah kasurnya, padahal kami tdk pernah membiasakan harus tidur di kasur mana, bagiku semua sama. 
Dan lucunya stiap kali mau tidur dia slalu menggulung sepreinya, ditariknya seprei dari tepi kasur dan didoronglah ke ujung seberang, jadi deh kasur fathan tanpa seprei, awalnya aku sempat merasa gimana gitu sama fathan masa iya seprei udah rapi2 pasti diberantakin lagi stiap kali dia akan tidur ataupun sekedar duduk saja.. . ahaaha pada hari kemudian, swaktu aku berkunjung dan menginap di rumah mai sista, dan bukan suatu kebetulan karna smw sudah diatur sama Allah. Kakakku juga punya kasur yang sama seperti punya dia beda ukuran ajah, jadi deh perilakunya sama dengan swaktu di rumah, disitu aku baru nyadar kalo anakku punya kebiasaan yg lucu. 
Tapi nak, meskipun lucu aku berrencana merubahnya. Karna itu bukan kebiasaan yg baik kelak.
makasih ya udah mau baca, mauna


11 December 2009

Bayi dan Gosok Gigi

Pagi kawan-kawan semua, gimana kabar kalian pagi ini?
Semoga kebaikan senantiasa melimpahi setiap ruang gerak kita semua. amiin. SEMANGAT!!!
Tema pagi ini, tentang anak dan aktivitas Gosok Gigi.
Menurut kalian ada hubungannya ga siy? Menurut ku ini berkaitan banget, pada kebanyakan anak kecil aktivitas menggosok gigi tergolong aktivitas yang kurang menarik, kenapa? Saya juga kurang tau pasti kenapa, tapi hampir sebagian besar anak-anak kecil di bawah usia 6 tahun masih sering enggan kalau mereka disuruh untuk gosok gigi terutama menjelang waktu tidur malam mereka. Mungkin karena belum ngerti kenapa mereka harus gosok gigi, atau mungkin juga karena mereka merasa terganggu dengan bulu-bulu sikat yang masuk ke mulut mereka, bahkan mungkin anak merasa trauma karena sejak kecil 'dipaksa' gosok gigi.

Pengalaman saya (sewaktu masih ikut kakak), mengajari anak kebiasaan baik itu penting, tapi bukan dengan paksaan. Gampang-gampang susah, tidak selalu mau dan tergantung sama mood mereka. Kalo mood-nya lagi bagus mereka mau gosok gigi, kalo lagi ga, boro-boro mau gosok gigi, tau juga udah pada kabur mereka.
Sekarang setelah anakku usia 2 tahun, udah pinter gosok  gigi sendiri. Dia tau betul bagaimana cara gosok gigi, diawali dengan kumur, mengeluarkan pasta gigi dan meletakkannya di sikat gigi, kemudian menggosok giginya dengan senang hati pun di mulai. Alhamdulillah... .
Islam adalah agama yang syamil mutakamil, menyeluruh di segala aspek kehidupan manusia. Islam menganggap penting arti THAHARAH dalam kehidupan kita, dalam Fiqh, Thaharah selalu menjadi Fiqh pertama yang dibahas, karena Thaharah ibarat sebuah pintu sebelum memasuki ibadah yang lainnya. Siwak atau gosok gigi termasuk di dalamnya.  Karena pentingnya Siwak, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya, "siapa yang tidak bersiwak pagi ini? Mungkin ini salah satu penyebab kita tidak menang dalam peperangan kali ini". Rasulullah SAW adalah teladan yang baik untuk kita dan anak-anak kita. Bahkan Rasulullah dianggap sebagai Al-Qur'an berjalan karna SEMUA perilakunya menakjubkan sesuai dengan Al-Qur'an. AMAZING.
Balik lagi ke anak-anak. Pernah suatu kali ketika bertemu dengan beberapa teman main Fathan, aku liat gigi mereka sudah pada gigis, hitam-hitam. "Susah diajak sikat gigi" keluh ibu mereka. Sewaktu Fathan ketawa, ibu-ibu itu senang melihat gigi fathan yang bersih, itu karena dia rajin sikat gigi. Sekali lagi itu karena kebiasaan, dan bukan paksaan.
Pertama mengajari Fathan gosok gigi, bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, sejak 6 bulan gigi pertamanya tumbuh 2 gigi seri atas. sebulan berikutnya 2 gigi seri bawah, sampai Fathan usia 1 tahun giginya lengkap 16 buah. Padahal seumurannya baru 2-6 gigi yang tumbuh. Pada usia 8 bulan gigi-gigi Fathan yang sudah tumbuh mulai sedikit kusam, setelah mengumpulkan banyak informasi. Aku mulai mengajarinya sikat gigi pake sikat jari, sekali dua kali hingga berkali-kali setiap belajar gosok gigi jariku selalu digigit olehnya. Hingga usianya setahun pertama, aku mulai pake sikat gigi anak-anak dan hasilnya pelajaran gosok gigi pake sikat gigi anak tak berlanjut karena gusinya sempat ketusuk sikat dan sariawan. Berhentilah belajarnya hingga sebulan dan aku baru menyadarinya kalo gigi Fathan mulai coklat-coklat. Tuiiiing.
Bismillah, dimulailah lagi setiap ia mandi dan setiap aku menggosok giginya, aku juga menggosok gigiku sendiri. Jadi deh kebiasaan yang menyenangkan, hingga usianya 1,5 tahun ja ssudah bisa protes jika aku kelupaan tak menggosok giginya. Hasil yang bagus dari sebuah proses penanaman kebaikan. Alhamdulillah satu kebaikan telah tertanam, semoga hingga kau tak bersamaku lagi kau tetap mengingat kebiasaan baik ini ya le... .
Jadi untuk ibu-ibu yang kesulitan mengatasi anaknya untuk sikat gigi, ajak anak mengenal aktivitas gosok gigi sejak dini terutama di saat hatinya sedang senang. Kenapa demikian? Sebab, pada saat senang, anak lebih mudah menerima ajakan, dan pengetahuan yang kita ajarkan. Jangan menganggap enteng masalah yang satu ini, karena kalo gigi kita sudah sakit, panjang deh urusannya. Kalo Alm. Meggy Z., "lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati", bagi saya, "lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi". @pengalaman buruk
SELAMAT MENCOBA

26 November 2009

a i u e o

my status on facebook is at the day, i'm alone
tadinya, tapi sekarang ga. Al nangis minta aku datang menjemputnya di a i u e o, just a few minute. Aku pikir setelah kujemput dia bakal minta pulang... . eh eh eh (minjem quote nya mj) dia malah minta masuk kelas dan... . terereng teng teng!
Bangun tidur Al udah rewel, nangis minta keluar. Salahku juga siy janjiin dia mau ajak pergi, akhirnya nangislah ia karena batal pergi, ujan. Setelah kurayu, kuajaklah dia pergi ke ruko sebelah, swalayan 'belanja hemat harga bersahabat '. Pas pulangnya tau jalan ke rumah langsung slep... . mogok lagi, dia minta naik ojek rupanya. "Adek yuk kita maen puzzle", rayuku. akhirnya dia ngangguk juga. Alhamdulillah legaa.
Belum lama kami maen puzzle, ada tetangga yang nyamperin dan ngajak, "yuk Al kita sekolah" katanya. Hey hey hey seperti dapet angin segar ya le, pikirku. Dengan mantap ia jawab, "eh". Ikutlah ia bersama anak2 para tetangga dan nyampe deh di a i u e o.  Gak lama cuma 10 menit, ada telp berdering dan jeng jeng, sesuai perkiraan. padahal dah terlanjur bikin my status on facebook is at the day, i'm alone

tadinya, tapi sekarang ga. Al nangis minta aku datang menjemputnya di a i u e o, just a few minute. Aku pikir setelah kujemput dia bakal minta pulang... . eh eh eh (minjem quote nya mj) dia malah minta masuk kelas dan... . terereng teng teng!
belajarlah ia...bersama denganku tentunya. Nnyai bareng, belajar nama2 transportasi dan nama2 hewan yang sebagian besar udah dia hapal karena selain mengenal langsung, dia juga bisa belajar di rumah dengan tempelan bergambar di dinding tempat ia biasa bermain. Well, sejauh ini dia senang di sana, "mungkin dia udh pengen sekolah", celetuk salah satu ibu murid di sana. Ya mungkin, tapi memang siy dia butuh teman main seumuran, bukan cuma aku.

17 November 2009

biang keringat

Pernah punya masalah dengan biang keringat? Mungkin ya, terutama bagi kamu yang mempunyai bayi, biang keringat atau oarang jawa bilang 'keringet buntet' bisa sangat mengganggu kenyamanan si kecil. Bagaimana tidak, saat si kecil sedang asyik2nya bermain harus terganggu dengan gatal karna biang keringat, ketika tidur nyenyak tiba2 menangis karena gatal biang keringat(mungkin ini khusus untuk yang kamarnya tak ber-AC, sama juga aku :D) akan membuat mereka rewel. Tidak hanya si kecil, pasti dengan rewelnya si kecil karna gatal biang keringat bisa membuat pekerjaan anda jadi terganggu. 
Aku punya beberapa tips untuk mengatasi biang keringat:
  1. Rutin mandi pagi dan sore hari dengan sabun yang tidak banyak mengandung busa, seperti sabun de***
  2.  keringkan badan segera setelah mandi, jangan lupa di bagian2 lipatan
  3. boleh pakai bedak, tapi ada beberapa ahli kesehatan menyarankan tidak perlu
  4. pakailah pakaian yang berbahan katun karna bisa menyerap keringat, tidak hanya pakaian luar lho...
  5. perbaiki ventilasi ruangan di rumah anda.
  6. satu lagi, jika semuanya masih bikin biang keringat ga kabur juga, coba aja mandi pake daun sirih. Caranya, daun sirih direbus dl kemudian rebusan airnya dipakai buat mandi deh. coba aja... .
 Atau kamu yang punya pengalaman dan cara mengatasinya, boleh ditulis disini. Ditunggu info n komen nya, tq.

minggu ke-25

Jelang Minggu ke-25

Aku jadi semakin sering dan rajin baca buku, terutama buku yang baru saja dikasih pinjam oleh temenku sesama ibu hamil… yaa, buku tentang kehamilan. Aku sungguh sangat menikmati masa-masa kehamilanku, sama juga seperti aku ingin mengetahui keajaiban yang sedang terjadi di dalam rahimku. Di dalam buku “ Kehamilan Apa Yang Anda Hadapi Minggu Per Minggu”, banyak kudapati informasi yang baru, tentang proses pembentukan embrio, pertumbuhan dan perkembangan janin, perubahan yang ibu hamil alami, juga segala hal yang bisa menyehatkan atw membahayakan si kecil dalam kandunganku.

Sungguh, tiada kata lain selain subhanallah… . Maha Suci Engkau ya Allah. Di setiap aktivitasku, di tengah kesibukanku ke sana ke mari, juga saat-saat aku mengistirahatkan tubuhku, ada sesuatu yang sedang berproses di dalam rahimku. Apalagi saat kurasakan tendangan-tendangan kecil darinya di saat santai ataupun ditengah kelelahanku menjalani kesibukan di dalam dan luar rumah, menyenangkan. Juga saat-saat nyeri yang sangat pun kunikmati sebagai sebuah ibadah untuk menjaga amanah yang tak ternilai. Semoga anak-anakku kelak menjadi orang yang mampu mencintai Allah dan agama ini melebihi kedua orangtuanya.

Meski aku tak dapat melihat dengan jelas ketika menatap layar monitor alat pendeteksi keadaannya, aku masih sangat bahagia melihat ada yang bergerak-gerak di dalam perutku. Lebih–lebih gerakannya saat itu adalah gerakan tangannya yang seperti orang melambaikan tangan… hihihihi, jadi teringat saat abi menyapanya sebelum dan sepulang ngantor, janinku sering bergerak-gerak. Pikirku, mungkin juga dia sedang ‘dadagh’ sama abinya. Begitu juga saat ini, dia tidak henti-hentinya menendang perutku…. . Semoga dia menjadi orang yang tidak tinggal diam dalam menegakkan kebenaran dan menhilangkan kemungkaran.

Aku sering tertawa sendiri, saat ia menendangku di kala sedang sendiri ataupun bersama teman-temanku. Mereka juga senang merasakan tendangannya. Kata mereka, “tendangannya lembut, pasti seperti abinya pendiam”, aku hanya tersenyum mendengar komentar mereka. Pun, saat suamiku bilang, “Pasti dia lucu, persis umminya”. Saat aku b’komunikasi dengannya, dia sangat senang .. .. hehe jangan-jangan aku yang kepedean, habisnya dia selalu bereaksi kalo kuajak bicara. Semoga anak-anakku jadi orang yang selalu bisa membahagiakan orang lain.

Begitu banyakknya do’aku untuk anak-anakku, tak lupa pula ku s’lalu berdo’a pd Sang Penggenggam jiwaku. Jadikanlah aku mampu menjadi seorang ibu yang bisa membuat anak-anaknya menjadi hebat dihadapan-Mu.

01 December 2007

lelaki kecilku

Alhamdulillah, anakku dah lahir.. . 'ikhwan kecilku' yang kata orang2 lucu dan cakep. Namanya Fathan Al-Haqqani, Kami berharap si kecil ini jadi seperti do'a kami dlm namanya, pelopor kebaikan nan adil. Aku dan suamiku berdo'a banyak untuk nya, kini maupun nanti.
Aku sangat bahagia, Allah kasih aku dan suamiku kesempatan buat 'ngemong' adek.
Aku ingat betul bagaimana saat2 kami harus berjuang untuk mempertahankan kehadirannya dan semua itu tak lepas dari campur tangan Allah.
Berawal dr malam terakhir aku posting email di sini sebelum email ini, aku tak henti2nya berdoa untuk kehadirannya. Sampai akhirnya, malam berikutnya ia hadir ke dunia ini dengan ditemani gaung takbir dan hiruk pikuknya kota bekasi yang setiap sudut-nya ramai orang2 sambut ied nan fitri, tua, muda, anak2, balita, kami dan bahkan anakku juga tak sabar ingin menikmati lebaran.
Walau tanpa ditemani ibuku ataupun ibu suamiku, kami menikmati kabahagiaan tdk hny ber2, ada kakak dan kakak iparku juga keponakan2ku yang menungguku berjuang melewati detik2 mendebarkan. Yang saat itu hanya terpikir olehku tentang kematian, aku menangis dan tak henti2nya berdoa, smoga bayiku sehat2 saja. Aku baru tersadar, ketika seorang perawat memperlihatkan bayi mungil nan lucu padaku, "Laki-laki,bu" , Alhamdulillah kataku di sela2 proses persalinan yang mendebarkan.
Kini, aku dan suamiku bertambah kebahagiaan dengan kehadirannya. sekarang juga, dia lagi nemenin umminya internetan... .
oiya, namanya Fat-han yaa bukan fatan, karena artinya dah beda. kalo fatan artinya perusak ... . don't call my son with nickname 'fatan' but 'fathan', key?

Dah dulu yaaa, jelang maghrib. kasihan bayiku diajak keluar mulu sama umminya.