Showing posts with label catatan. Show all posts
Showing posts with label catatan. Show all posts

27 April 2011

Ide Baru

Rupanya sudah agak lama aku tak memperbaiki rumah ini. Suami bilang, sayang rumah lama terbengkalai setelah punya rumah baru. Kemudian kami terlibat obrolan yang panjang, sampai pada suatu kesimpulan, suami memberikan ide baru untuk rumah lama ini.

Apakah ide baru itu?
Yaa ide suami untuk memintaku merenovasi ulang desain rumah beserta seluruh interiornya menjadi sesuatu yang baru. Boleh juga, kataku akhirnya. Hmm, untuk itu aku sedang berpikir gimana enaknya, meluluskan permintaan suamiku itu. Berpikir bagaimana caranya agar rumah ini kembali ramai dikunjungi... Ada saran, enaknya seperti apa?? Masih mencoba mengumpulkan banyak masukan dan harus banyak belajar kepada para pendahulu nih... hhe

03 February 2011

Sambang dulu ke rumah lama ^_^

Ini adalah kali pertamanya aku login ke blogspot di tahun 2011. Dan sepertinya memang sudah sangat lama tidak menyambangi rumahku yang di sini. Rindu juga sama blogspot. Bagaimanapun juga blogspot sudah mengenalkan aku pada aktivitas blogging beberapa tahun silam, sekalipun tidak aktif menulis. Aku tetap mempertahankan blog ini, meski waktu itu tidak pernah terbersit ingin aktif di dunia maya seperti sekarang ini (eh, baru tahap mencoba aktif ^_^). Sampai akhirnya resign kerja dan menikah, aku mulai lagi menulis di blog ini setelah beberapa bulan menikah dan sedang hamil. Masih jarang-jarang sih, ya maklumlah pengangguran banyak acara dan lagi seneng-senengnya menikmati 9 bulan yang menakjubkan. Aihihi... .

Di penghujung tahun 2006 aku mulai blog ini dengan tulisan pertamaku adalah salam perkenalan. Sekian lama blog ini hanya di isi dengan artikel-artikel yang ku sadur dari beberapa sumber, tentunya dengan menyebutkan sumber di mana artikel tersebut kuperoleh. Mengalir, berlanjut kepada tulisan-tulisanku tentang kehamilan. Sempat berhenti lama, dan mulai aktif kembali sejak setahun yang lalu hingga sekarang.

Menyenangkan sekali, bisa berkenalan dengan banyak orang dan saling berbagi lewat tulisan. Meskipun tak pernah bertatap muka dan berada dalam ruang yang sama, namun masih bisa saling berbagi dan saling silaturrahim, asik bukan?!

09 December 2010

Syukur

Alhamdulillah masih diberi kesempatan oleh Allah diberikan banyak kenikmatan dengan jalannya masing-masing.
Bersyukur masih bisa menyaksikan dan menemani anak-anak tumbuh dan mengajarkan kebaikan kepada mereka. Bersyukur dipercayakan sepasang anak laki dan perempuan. Bersyukur atas semua kebaikan yang Allah berikan yang tentunya didapat dengan jalannya masing-masing sesuai dengan yang Allah gariskan.
Bersyukur masih diberi kesempatan melahirkan anak-anak yang lucu dan semoga kelak menjadi anak-anak yang shalih dan mampu menjadi penyejuk mata bagi orang-orang dilingkungannya. Meskipun dengan cara yang berbeda dari ibu-ibu kebanyakan yang melahirkan bayinya dengan normal dan tanpa masalah. Aku masih bersyukur, walau harus melalui jalan yang berbeda, kedua anakku lahir dengan operasi dan bermasalah dengan Berat Badannya (BBLR). Tapi ya itulah, setiap kebahagiaan ditempuh dengan jalannya masing-masing. 
Dan cara Allah itu indah sekali untuk membuat ummatnya mendapatkan  suatu pengetahuan. Dengan berbagai masalah terkait kandungan yang beberapa kali harus kulalui, membuatku semakin banyak mendapat ilmu tentang kedokteran, kesehatan, kandungan, penyakit dan bayi dengan beberapa masalah baik karena BBLR maupun Premature.
Mungkin tulisan berikutnya akan mengulas tentang hal-hal baru yang kudapatkan. InsyaAllah

Hati-Hati Memilih Dokter Kandungan

Untuk Kawan Perempuan baik yang masih gadis ataupun sudah ibu-ibu, baik yang sudah hamil maupun yang sedang merencanakan kehamilan. Tak lupa buat para laki-laki yang dalam hal ini bapak ataupun suami. Sebaiknya anda perlu berhati-hati memilih dokter Spesialis Kandungan/Obgyn (dspog), kenapa? Karena objek yang diperiksa adalah daerah rawan yang kalau terjadi kesalahan bisa berakibat fatal. 

Menyinggung tentang kesalahan diagnosa/pemeriksaan, akhir-akhir ini sering terjadi malpraktek, bahkan tak sedikit kasus-kasus malpraktek terjadi di rumah sakit - rumah sakit besar yang ditangani oleh dokter-dokter dengan jam terbang tinggi dan dengan fasilitas penunjang pemeriksaan yang berkualitas. Begitupun di sekitar saya, beberapa terjadi di rumah sakit dan orang-orang disekeliling saya baik dokternya sebagai pelaku malpraktek maupun pasien dalam hal ini sebagai korban, termasuk saya sendiri.

Berikut beberapa kasus malpraktek yang terjadi di sekitar saya dan yang saya alami sendiri sebagai pengalaman pribadi yang saya pikir baik untuk dibagi agar orang lain tidak menjadi korban yang sama.

Kasus pertama diceritakan oleh seorang kawan sesama ibu, yang korbannya memang tidak saya kenal, tapi dokternya adalah dokter yang sama yang menangani saya, hanya saja kami berdua berada pada RS yang berbeda. Karena dspog yang bersangkutan memang praktek di banyak tempat di RS-RS Besar. Sebut saja ibu A yang baru mengetahui bayinya tidak lengkap jarinya setelah keluar dr RS. Ibu A tidak tahu sebelumnya karena selama di RS yang mengurusi bayi adalah perawat dan pastinya bayi di bedong terus selama di RS kecuali saat berganti pakaian saja terlihat jari-jarinya itupun yang merawat bayi adalah perawat. Namun baiknya sang perawat yang menjadi operator selama ibu A di ruang operasi mengadukan kejadian yang disimpan rapat oleh dspog yang menangani ibu A ini. Bahwasannya pada saat melakukan bedah di perut ibu A dengan pisau laser, jari si dedek bayi ikut terpotong dan disimpan di saku pakaian steril yang diapakai oleh dspog yang menangani dan tidak melaporkan diri ke pihak RS. Dan Dspog yang bersangkutan diskors dari RS tersebut.

Kasus Kedua, masih dengan dokter yang sama namun dengan sumber yang berbeda. Sumbernya adalah teman kakak yang merupakan korban langsung dari si dspog yang sama tersebut. Ibu tersebut menyampaikan ke kakak saya, bahwa bayinya meninggal di dalam kandungan tanpa sebab dan itu tidak terdeteksi selama pemeriksaan padahal ibu itu mengaku kalau dia melakukan pemeriksaan rutin. Wallahua'lam bis shawwab

Kasus ketiga, ini terjadi pada seorang istri teman suami, kebetulan saya juga kenal hanya saja dokter yang menangani berbeda. singkat cerita, Ibu tersebut melakukan bedah cesar untuk mengeluarkan bayinya dan diikuti terpotongnya saluran kencing yang mengakibatkan ibu tersebut harus memakai kateter selama 3 minggu setelah bedah cesar yang dilakukannya. 

Kasus berikutnya, dialami oleh tante saya. Beliau cesar anak pertama dan beberapa waktu sesudahnya mengalami nyeri/sakit hebat di perutnya. Ternyata setelah dilakukan USG, tampak sebuah gunting bedah di dalam perutnya. Akhirnya tante saya harus dibedah lagi untuk mengeluarkan gunting yang tertinggal di dalam perutnya.

Kasus terakhir adalah kasus yang saya alami sendiri. Seperti saya sampaikan di tulisan saya sebelumnya, saya mengetahui bahwa kandungan saya bermasalah setelah mendekati waktu kelahiran. Tepatnya di minggu ke 35 masa kehamilan saya. Bermula dari pemeriksaan dua mingguan hingga masuk pemeriksaan satu mingguan saya curiga dengan perut yang tak kunjung membesar dan berat badan bayi yang tak juga bertambah. Padahal dari beberapa sumber yang saya dapat, seharusnya pertumbuhan BB bayi di minggu-minggu ini naik 0.5 kg. Karena diagnosa dokter menyatakan sehat dan normal lagi-lagi saya ga bisa bertanya lebih banyak karena setiap pertanyaan saya selalu dijawab dengan, "gak papa, ibu. Bayinya sehat dan normal". Sebenarnya meski tidak nyaman karena jawaban beliau di setiap waktu kontrol selalu sama dan waktu pemeriksaan yang terburu-buru, saya terpaksa menerima karena beliau adalah dspog perempuan satu-satunya di RS besar di dekat tempat tinggal saya. Dan Sebagai second opinion saya periksa di tempat lain dengan dokter yang berbeda (kali ini terpaksa karena dokternya laki-laki, hiks) dan kebetulan di RS tersebut menerima share jamkes untuk PNS. Dari hasil pemeriksaan dspog ini, menurut beliau terjadi beberapa keanehan dalam kandungan saya, ketuban yang berkurang dan BB bayi yang terjadi selisih lebih kecil 4 minggu dari yang seharusnya. Intinya bayi tidak berkembang dan harusnya sudah diketahui dari 4 minggu yang sebelumnya. Akhirnya setelah mencari dokter yang lain sebagai penguatan dari dua pendapat yang berbeda, saya mencoba mencari opini yang lain dari dokter senior di RS yang lain. Dari sanalah aku harus puas dengan diagnosa dokter yang mendukung pernyataan dokter kedua atas pemeriksaan kandunganku. Dan akhirnya harus dilakukan bedah cesar karena ketuban sudah kering. Inilah foto bayiku yang kata dokter yang membantu proses kelahirannya, seperti berada di padang pasir-kering kerontang.



11 November 2010

Hasil Second Opinion

Serangkaian test pemeriksaan mulai dari USG hingga CTG telah kulalui. Dengan tetap menenangkan hati dan menguatkan diri, aku coba bertanya pada perawat hasil dari pemeriksaan tadi. Dan benar saja mengetahui hasilnya membuatku bertambah tegang, apalagi tampak raut muka perawat yang menanganiku sedikit cemas. Kesimpulan dari rangkaian pemeriksaan adalah, aku harus segera mengeluarkan janin yang ada dalam kandunganku, malam ini atau besok pagi. Allahu akbar.. Rabb, kuatkan hamba.. Mencoba tetap tegar..

10 November 2010

Tanpa ditemani Suami

Mencoba sabar dan tegar, terbayang perjalanan pulang, sendiri tanpa ditemani suami, ga ada ojek, ga ada taxi pula.
Bingung, cemas, sedih membuat butir2 air mata serasa mau tumpah manakala telepon dan pesan tak henti2nya masuk menanyakan hasil pemeriksaan, menambah sesak dada yang sedari tadi mencoba menahan diri untuk tetap tegar.
Alhamdulillah sedikit lebih tenang, ada mas yang bisa jemput dan memberikan penguatan. Juga suami yang berjanji segera pulang setelah merampungkan tugasnya. Allah jagalah kami.

07 August 2010

Bapak

Masih menyambung tulisan sebelumnya tentang bapak, yang tergabung dalam arsip catatan.
Bapak, adalah orang yang baik, shalih (ukuran ku dan saudara2ku), tegas, disiplin dan punya prinsip. 
Sebagian orang yang baru mengenal beliau, mungkin akan berpendapat bapak adalah orang yang galak dan ceplas-ceplos. Karena memang itulah karakter bapak, yang kalo ga suka sama perilaku/tindakan orang lain langsung ditegur saat itu juga, ga pake ghibah :).
Tapi bagi kami anak-anak beliau, beliau adalah bapak yang baik buat kami, bisa mendidik kami untuk menjadi pribadi yang shalih, punya pendirian/prinsip dan tahan banting (smoga saja aku masuk di dalamnya, berharap sangat ^_^). Dalam keseharian, bapak sangat mengutamakan masalah aqidah, sholat, ngaji/tilawah, puasa. Masih ingat betul, bagaimana bapak mendidik kami dengan kebiasaan sholat berjama'ah, ngaji selesai sholat dan puasa senin-kamis. Usiaku yang kala itu masih 3/4 tahun, baru mulai mengenal bapak, bagaimana beliau dan seperti apa beliau mendidik dan mengajarkan kami tentang kehidupan. Dalam hal ini, juga kebiasaan sehari-hari, biarpun masih 3 tahun-an, bapak tetap membangunkanku setiap kali adzan subuh, wudhu dan sholat subuh berjama'ah di mushola kecil di dalam rumah kami. Dan tidak hanya sekali aku ketiduran sewaktu sujud, sering bahkan, dan terbangun kaget pas semuanya udh selesai berdo'a. *_^ jadi malu... .Kadang wudhu lagi lalu sholat, terkadang langsung sholat aja ah nerusin rekaat yang tertinggal dan lebih sering sih tidur lagi, hihi bandel bgt ya :D tapi bapak ga marah atau terus menasehatiku, mungkin belum waktunya kali ya.. ngeles
Dikarenakan kebiasaanlah semua menjadi bisa. Seiring berjalannya waktu, di tahun berikutnya, aku dan kakakku yang juga masih di bawah usia tamyiz (baca:usia tamyiz sekitar 7-10 th, relatif masing2 anak. Tamyiz adalah kemampuan untuk membedakan baik dan buruk) ngotot nangis-nangis minta ibu untuk sholat kembali atau mengulang sholatnya jika ibu meninggalkan kami sholat berjama'ah... . ngefek ya.
Bapak memang sangat keras mengajari kami hal-hal yang berhubungan dengan masalah ibadah, termasuk bagaimana kami harus menutup aurat/berpakaian dan bergaul dengan orang lain dalam hal ini adalah lawan jenis. Tahun 1992, aku yang masih SD kelas 2, sudah disuruhbapak memakai kerudung ketika sekolah atau sewaktu pergi-pergi jauh. Perlu diketahui bahwasannya sebelum reformasi, pemakaian kerudung untuk area-area resmi pemerintahan masih sangat jarang dan dilarang. Karena belum boleh, pastinya bapak tetap memberikan alternatif untuk berpakaian rapi, yaitu pake rok panjang... . hihi keik mo madrasah, bedanya ga pake kerudung ajah. Dan bicara soal pergaulan, bapak tidak pernah melarang kami bergaul dengan siapapun selama itu bukan lawan jenis (berarti bukan siapapun ya??). Karena tidak suka anak-anaknya bergaul dengan lawan jenis, bapak selalu menyindir kalo ada teman lawan jenis yang datang ke rumah sekalipun itu hanya untuk urusan sekolah/tugas kelompok. Dan selama bapak masih ada, mungkin baru sekali temen ku yang namanya 'laki-laki' datang ke rumah untuk kelompok tugas membuat peta indonesia kelas 4 SD dan itupun di suruh pulang sama bapak padahal datangnya juga bersepuluh, dia aja yang laki... Subhanallah, bapakku memang punya prinsip. Justru itu aku kagum dengan beliau.
Karena besar dilingkungan yang taat agama, kamipun smakin terbiasa dengan hal-hal yang bapak ajarkan. Sekalipun bapak sudah tak bersama kami dan tak di sini lagi. Apapun yang bapak-ibu ajarkan akan selalu kami gunakan untuk mendidik anak-anak kami nantinya sehingga mampu menjadi anak-anak dan cucu-cucu yang shalih dan kuat kepribadiannya. 
Kita sayang dan rindu bapak-ibu. 
Allah berilah tempat terbaik untuk bapak dan ibu di jannah-Mu
sampaikan rasa sayang dan rindu kami untuk mereka 
dan kumpulkanlah kami sekeluarga di jannah-Mu kelak

06 August 2010

Sepuluh dan Enam Puluh Lima Tahun yang Lalu

"Bapak, trimakasih atas semua pengorbananmu, perhatian, kasih sayang, bimbinganmu, untukku juga adik2. Bapak, mudah2an Allah memeberimu tempat yang baik di sisiNya. Dilapangkan kubur bapak, diampunkan segala dosa. Trimakasih Allah, Engkau beri kami bapak yg baik. Mudah2an kami mewarisi kebaikannya. Allah, pintaku(pintaku juga)... Sayangi beliau. 65 th yg lalu bapak dilahirkan."

Itulah pesan singkat yang kuterima dari kakak tertuaku pada 1 Agustus 2010 pk 23:30. Seketika air mataku menitik satu per satu, sedih sekali.
Aku ingat betul tanggal 1 Agustus 65 tahun yang lalu bapakku dilahirkan (kata bapak-ibuku dulu) dan sudah 10 tahun berlalu bapak meninggalkan kami. Dan rasa sedih itu slalu muncul swaktu menyadari bapak telah tiada, begitupun saat kuketik setiap kata dalam tulisan ini. Aku rindu bapak. Kami semua rindu bapak. Semua hasil didikan bapak-ibu slalu melekat di pikiran dan sgala keseharian kami. Semoga slamanya... . Kami rindu bapak-ibu.
Hampir saja tak kuasa melanjutkan tulisan ini, hanya air yang terus menetes dari sudut mataku. Ditambah suara latar nasyid "kenangan bersama ayah"-nya espe... . tambah deras air mata ini mengalir.

"teringat masa indah masa-masa kecilku, kenangan bersama ayah di kampung halaman, sungguh indah, terlalu manis untuk dilupakan sungguh mesra meski beriring ketegangan.... Ayah terima kasih nanda haturkan kepadamu yang telah mendidikku dan membesarkanku bersama ibu, ayah engkaulah guruku yang terbaik spanjang usiaku yang telah membimbing masa kecilku meniti jalan Tuhanku. Allah smoga Kau berkenan membalas sgala kebaikannya, menerimanya dan meridhoinya di hadiratmu......."

Allah, segala puji hanya untukMu, karena Engkau berikan kesempatan kepada kami untuk menjadi anak-anak beliau berdua... . 



29 July 2010

Resep 3 : Pisang Gepe (khas Sulawesi Tengah)

Bahan : 
Pisang Kepok / Pisang Raja setengah matang
Susu kental manis / krim putih
Keju

Cara Pembuatan :
1. Kupas pisang setengah matang lalu memarkan atau tepatnya gepengkan dengan martil atau apalah yang bisa bikin pisang setengah matang menjadi gepeng.
2. Bakar pisang di atas bara api, dan angkat setelah matang.
3. Siapkan tempat untuk menyajikan pisang bakar tersebut kemudian tuangi susu kental manis putih dan taburi keju di atasnya.
4. Siap deh di makan.
5. Enak dimakan barengan dengan minuman hangat.

Weeww, jadi inget sore-sore di talise atau taman ria. Subhanallah kapan ya bisa main-main ke sana lagi. Pengen ke Tanjung Karang dan pantai Enu, snorkling euyyy......... .

28 July 2010

Resep 2 : Sambel Goreng Kentang Hati

Sambel Goreng Kentang Hati... .hmmm yummy
Mencoba mengasah ketrampilan perempuan

Bumbu : 5 buah Cabe Rawit
5 buah Cabe Keriting

3 siung Bawang Putih
10 siung Bawang Merah, 5 siung untuk bumbu, 5 siung untuk digoreng sebagai taburan kentang siap saji.
Lengkuas
3 lembar Daun Salam
3 batang Sereh



Bahan :
1/2 kg Kentang
1/4 kg Hati Sapi, bisa juga Hati Ayam


Cara Memasak : 
1. Kupas Kentang potong dadu lalu goreng hingga matang atau bisa juga kering.
2. Goreng irisan bawang merah hingga kering.
2. Rebus terlebih dahulu Hati sapi, setelah matang angkat dan potong bentuk dadu.
3. Haluskan cabe rawit, cabe keriting, bawang putih dan bawang merah, lalu tumis hingga sedap baunya, kemudian masukkan hati yang sudah dipotong bersama daun salam, sereh dan lengkuas yang sudah di memarkan.
4. Baru masukkan kentang dan goreng hingga bumbu meresap ke dalam hati dan kentang.
5. Angkat dan sajikan bersama taburan bawang goreng di atasnya.
6. Siap dimakan............

08 July 2010

Sobat Lama dan Kota 'apel'

Tiba-tiba teringat dengan sobat-sobat lama, ah mumpung dapet 100 sms gratis. Lumayan buat silaturrahim sama sobat-sobat yang lama tak bersua... Alhamdulillah beberapa sms sudah terkirim, dan sekarang tinggal tunggu balasan kawan. 
trttt... trttt... trttt beberapa sms datang berbarengan... .
Subhanallah... . sekian lama tidak berkomunikasi dengan sobat skalian, rindu sekali rasanya ingin bertemu, bercanda, cerita-cerita stelah perpisahan, dan nostalgia.
Dari temen SMA, temen semasa KULIAH, sampe temen-temen smasa di PALU.
Alhamdulillah banyak hal menyenangkan yang bisa kuketahui dari kabar sobat lamaku di sana. Ada yang sudah menikah, ada yang sudah hamil, ada yang sudah pindah kerja, ada yang punya usaha, ada yang... . wuih senang mengetahuinya, alhamdulillah. Sempat terpikir olehku mengajak mereka untuk reuni-an. Pasti menyenangkan, dan ternyata beberapa dari mereka punya ide yang sama. Ya, meskipun aku ingin skali bertemu dan berkumpul bersama mereka, aku hanya bisa mengatakan, "insyaAllah ya kalo pulang" swaktu menanyakan kesediaanku datang di reunian itu. Hu uh sedih banget kalo lebaran ga bisa pulang. 
Apalagi sejak menikah, aku belum pernah menginjakkan kaki ku lagi di kota 'apel' itu.... kangeeen... . dengan dingin kotanya, dengan sejuknya pemandangan dari atas bukit, kelokan perjalanan menuju ke sana, ramah penduduknya, bis yang slalu membawaku ke sana, cerita-cerita seram di beberapa kost-kost-an dan apapun deh tentang kota itu... .

30 June 2010

Fathan (gb)



inilah anakku yang suka skali dibuatin mainan dari koran atau kertas, perahu, topi, pesawat, dll

11 May 2010

Adeknya Fathan

Ini adalah minggu ke-11 kehamilanku, alhamdulillah atas rahmat dan karunia-Mu Rabb-ku... .
Setelah melewati hari-hari yang tak menentu dengan kondisi tubuhku sendiri, kini Alhamdulillah sudah lebih ringan dari hari-hari sebelumnya yang kadang enerjik/semangat, kadang lemah. Semoga ke depan lebih ringan dan lapang, amiin. 
Sebelum usia 4 bulan ini, aku harus lebih rajin berdo'a untuk anak yang kukandung ini. Karna nanti di bulan ke-4 Allah akan meniupkan ruh-nya dan menyertakan padanya 4 hal, usia, rizki, jodoh, susah/senang.
Smoga kami-orang tua bagi anak-anak kami adalah orang tua yang shalih-shalihah shingga bisa mlahirkan anak-anak yang shalih-shalihah pula yang bisa menjadi generasi terbaik di masanya kelak, dan mereka gunakan keshalihannya untuk agama, keluarga dan masyarakatnya kelak. dan smoga Engkau kumpulkan kami dengan keluarga kami dalam sebaik-baik kondisi di syurgamu, nanti. amiin

24 March 2010

26 January 2010

Resep 1 : Coba-Coba (Cheese sweet corn)

Berawal dari rasa bosan yang menyerangku di jum'at siang itu. Iseng-iseng aku buka-buka lemari pendingin, dan hmmm ada jagung sayur... .(maksudku bukan jagung manis gitu). Setelah beberapa waktu berpikir diapakan ya jagung ini? Ah, sepertinya enak nih bikin fresh corn kayak di mall-mall itu. Kulihatlah bahan-bahan yang sekiranya diperlukan (aku bilang sekiranya, karena memang aku cuman mengira-ngira aja), dan wah ada. Alhamdulillah, jadilah bikin fresh corn. Dan inilah hasilnya... .

Cheese sweet corn, nama buatanku... :)

Aseli nikmah, ups nikmat maksudku. Alhamdulillah, mirip sama yang biasa dijual. Bener aja, si kecil Fathan doyan banget, habis 2 mangkok malah. slain doyan jagung, dia memang jago makan, sayang badannya ga bisa gemuk dan menggemaskan... . tetep ajah dia lucu buatku. (mungkin karena dia anakku, tapi memang kadang polah tingkahnya lucu, aseli!!). Balik lagi ke Fresh corn, aku memasaknya dengan resep coba-coba, g mencontek di buku resep ga juga ngeliat penjualnya masak, tapi murni mengira-ngira. Dan memang selama ini kalo masak-memasak g pernah pake buku resep masakan, cuma modal perkiraan, alhamdulillah hasilnya ga mengecewakan.... . heheh over pede. yah inilah akibat kebanyakan training ke-pede-an. :D
Dan yang request bahan-bahan ples cara masaknya, ini buatmu... . buat kalian juga boleh.
Bahan-bahan: 3 buah Jagung, susu kental manis/krim 10 sendok, keju 1/4 batang, mentega 1 sendok.
Cara membuat: Awali dengan basmalah, Kemudian Rebus jagung yang sudah disisir hingga matang. Lalu tiriskan. Siapkan mangkok/piring dan masukkan ke dalamnya, mentega, jagung, susu sebagian, taburi dengan keju parut kemudian tuangi susu yang sebagian lagi. Dan jadi deh. Siap dihidangkan untuk porsi rame-rame, bisa 8 - 10 orang, Lumayan lah... .

20 January 2010

perlu ga sih pake nama suami di belakang nama istri? (just moslems)

Halo Kawan, smoga kbaikan untuk hari ini dan nanti selalu menyelimuti hati kawan - kawan semua. Kali ini aku ingin sekali berbagi dengan kawan tentang ilmu yang kudapat beberapa waktu yang lampau(ku bilang lampau karna emang uda luama bwgd, beberapa tahun lalu), pas aku berkunjung (bahasa kerennya, ZIARAH SYUYUKH) ke rumah seorang Ustadzah yang wajah dan korespondensinya sudah setia mengisi salah satu rubrik di sebuah majalah religi yang bernama 'UMMI'. Kawan sudah pernah membacanya? Sudah? ya aku rasa  kawan tau siapa beliau, ya ya ya beliau adalah Ustadzah Herlini Amran. :) Familiar bukan namanya? Belum? owh owh ada yang belum kenal beliau, coba sekali-kali mengunjungi rubrik beliau di majalah tersebut, atau kalo kawan mau yang gratisan kawan bisa liat di sini.

Waktu kami berkunjung ke tempat beliau, kami memang sengaja ingin menuntut ilmu dari beliau berkaitan dengan 'PENDIDIKAN SEKS ANAK', tapi sayang bukan tema ini yang ingin aku bagi di sini, melainkan salah satu point yang beliau sampaikan adalah berkenaan dengan keperluan seorang istri menyertakan nama suaminya di belakang namanya. Okelah lain waktu aku bagi tentang 'PENDIDIKAN SEKS ANAK' di blog ini, penting loh buat kawan semua meskipun kawan belum menikah dan punya anak. setuju kan? (setuju dunk.. maksa mode on)

Balik lagi ke bahasan kali ini. Kkeperluan seorang istri menyertakan nama suaminya di belakang namanya. Kira-kira menurut kawan semua, apa sih keperluan/kepentingan atau manfaatnya seorang istri memakai nama suaminya di belakang namanya?
kira-kira nih kalo aku buat jawabannya (pede aja lagi, mewakili perempuan :) ) :
1. Biar diketahui suaminya siapa, misal nama nya Ani, karena suaminya bernama Budi jadilah di panggil Ibu Budi, tul nggak? (harus betul... maksa lagi)
2. kebiasaan yang berkembang di sekitar, kalo arisan dan berkumpul biasanya suka memanggil dengan pangilan suaminya misal ibu Budi, ibu Budi dan Ibu Budi. hehhe
3. ikut-ikutan... . bisa jadi... .
4. dll, sesuai dengan alasan kawan-kawan :D

Anyway, apapun jawaban kawan. Intinya sama pemakaian nama suami di belakang nama istri itu ternyata tidak dibenarkan, menurut agama. Nah kalo di depan, ditengah? di mana aja kawan letaknya, tetep ga boleh. Maksa mode on ^_^
Kata bu Herlini, menyertakan nama suami di belakang nama istri atau pemakaian nama suami sebagai panggilan nama kita misal Ibu Budi atau Ibu Ani Budi.. . dst itu adalah tradisi orang yahudi, kawan bisa liat di wikipedia atau tanya mbah google atau search engine lainnya deh terserah kawan. Dalam Islam justru yang terpenting adalah nama bapak/ayah/papa/abi/abah di belakang nama wanita sekalipun ia sudah menikah. Pernah ga kawan membaca sirah kemudian disebutkan bahwa Aisyah Muhammad? ada ga? hayoo? yang ada juga Aisyah binti Abu Bakar kan? Begitupun yang lainnya, dan kita sebagai ummat Islam ngikutin dunk apa yang udah dicontohin sama TELADAN TERBAIK kita? Rasulullah SAW. SEPAKAT? Dan Bu Herlini Amran, Amran bukanlah nama suaminya, tapi nama ayahnya... . gitulah kenapa dengan bangga aku tambahkan BASHORI dibelakang namaku, karna itu adalah nama Bapak aku, Jadi Mauna Bashori. Mauna adalah panggilan kesayangan Bapakku swaktu beliau masih ada. Jadi bertambah rinduku pada mereka... Smoga Allah himpun kami nanti di SurgaNya kelak, amin

Well, itulah kenapa aku g pernah menyertakan nama suamiku di belakang namaku. Dan Catatan kecil ini smoga bisa menjawab pertanyaan kawan yang bertanya2 dengan nama belakang yang kutambahkan, juga para kawan perempuan muslimah, apa kamu mau menirukan tradisi orang yahudi? Jawabannya ada pada kalian, kawan. CU again

19 January 2010

Fathan n' Aktivitas belajarnya

 Anakku yang lucu makin pintar aja, aku yakin anak-anak kalian juga kan? Masing-masing ortu pasti akan mengatakan bahwa anaknya lah yang paling lucu dengan segala polah tingkah dan kekurangan juga kelebihan yang ia miliki.
Kali ini aku mau share tentang pelajaran MENIRU, baru-baru ini ia punya aktivitas baru yaitu menirukan gaya bahasa tubuh pemeran film kartun anak hadiah dari susu. Ya mungkin saking seringnya ia melihat jadi ia bisa otomatis menirukan bahkan hapal detil-detilnya sebelum dan sesudahnya. Pernah baca di sebuah artikel, bahwa anak usia 2-3 th adalah masa2 menirukan atau meningkatnya kecerdasan motorik kasar pada anak. Dengan hanya melihat saja ia bisa menirukan, khusus untuk anak dengan kecerdasan gerak. Wallahua'lam, Fathan masuk di dalamnya atau tidak.
Tidak hanya sekarang setelah usianya 2 tahun lebih, tapi sejak dia bisa mulai berdiri. Dia sudah bisa mengikuti kami dalam aktivitas sholat secara bertahap, berawal dari berdiri, takbir dan duduk. Sekarang di usianya yang 2 tahun ini, ia sudah bisa mengikuti sholat dengan lengkap kecuali bacaannya, cuma bisa 'AllahuAkbar' dan 'Amiin' dan diakhiri dengan do'a. Bahagianya... . Smoga kelak ia jadi anak yang Sholeh. amiin

14 January 2010

Fathan dan 'tempat tidur'-nya

Malam pun tiba setelah lelah seharian menunggu 'GRIYA BATIK', berat juga mata ini serasa ingin terpejam, kalo saja g punya anak mungkin aku langsung terkapar. Tapi apa daya anakku menantiku untuk membersamainya melakukan aktivitas baik. Ya dia punya kebiasaan sebelum tidur, aku bilang sih kebiasaan baik. Sebelum tidur dia melepas pakainnya sendiri meletakkannya di tempat baju kotor, kemudian cuci muka, tangan kaki (aku sdh mengajarinya wudhu termasuk juga sebelum sholat/ke masjid), gosok gigi dan ganti baju tidur. Sampai di sini cukup.
Fathan punya kasur kesayangannya, dia punya sejak dia usia 4 bln. Kasur busa ukuran no.2 yang kami beli sewaktu ibu mertuaku mendadak datang karna pengen nengok cucu sedangkan kami cuma punya satu kasur, hehheh maklumlah. Dan sejak usianya 1,5 tahun dia mulai tau kalo kasur itu adalah kasurnya, padahal kami tdk pernah membiasakan harus tidur di kasur mana, bagiku semua sama. 
Dan lucunya stiap kali mau tidur dia slalu menggulung sepreinya, ditariknya seprei dari tepi kasur dan didoronglah ke ujung seberang, jadi deh kasur fathan tanpa seprei, awalnya aku sempat merasa gimana gitu sama fathan masa iya seprei udah rapi2 pasti diberantakin lagi stiap kali dia akan tidur ataupun sekedar duduk saja.. . ahaaha pada hari kemudian, swaktu aku berkunjung dan menginap di rumah mai sista, dan bukan suatu kebetulan karna smw sudah diatur sama Allah. Kakakku juga punya kasur yang sama seperti punya dia beda ukuran ajah, jadi deh perilakunya sama dengan swaktu di rumah, disitu aku baru nyadar kalo anakku punya kebiasaan yg lucu. 
Tapi nak, meskipun lucu aku berrencana merubahnya. Karna itu bukan kebiasaan yg baik kelak.
makasih ya udah mau baca, mauna


lama

Assalamu'alaikum kawan, rasanya lama banget g aplod tulisan lagi di blog. hihi padahal bwanyak  banget ide yang ngantri di tuangin ke tulisan tapi kadang harapan g sesuai dengan kenyataan, ya bagaimana lagi alasan klise begitu 'sibuk' (kkk sithik-sithik bubuk maksude) hehhe, geje dink. Namanya juga manusia, tempatnya berencana saja.... . Kan semwanya balik lagi sama Allah sebaik-baik pengatur (nge-lez mode on)
Sebenarnya dah banyak tulisan di draft tapi blm di publish karena baru sebentar tulis kepotong dengan aktivitas lain, sejadi-jadinya tulisan masih numpuk di draft nunggu untuk di del kali ya?
Apalagi g bisa tahan lama di depan kompi sejak fathan ikutan asik di depan kompi, hehe ngapain coba balita umur 2 tahun asik khusyuk di depan kompi, hehhe korban kegilaan uminya nongkrong terus di depan kompi. Sekarang kalo mau make kompi musti tunggu dia tidur, kalo g yaaa pasti panjang ceritanya. tapi dicukupin di sini aja ya, keburu si kecil bangun.
Balik lagi soal aktivitas blogging, memang jarang banget akhir2 ini atw bahkan terlewatkan olehku, karna aku sedang menikmati aktif di www.tangandiatas.com dan www.wirausahamudamandiri.co.id dan www.ibudanbalita.com ya sesuai dengan aktivitas harian lah... . yg lainnya g muat disebutin smw.
Jangankan blogging yg blama-lama, fb aja jarang kebuka pake id pribadi, tapi klo id griya.batik@ymail.com bertahan seharian meski g ditongkrongin terus, klo bukan karna bagian dr pekerjaan yang musti siap onlen untuk melayani request para pelanggan griya batik... . klo bukan pasti dah males bwanget... . tapi g juga kalo banyak yang minta kiriman batik :)
haha apalagi sejak ada palringo yg didonlod sama mai bro, enak bgt g perlu buka fb cukup satu aplikasi bisa buka macam-macam aktivitas onlen... . lagian juga males fb-an... . ternyata para ukhti2 lebih suka majang poto2nya yg g layak dipajang di muka umum g ada kepentingan bwanget gitu.

makasih kawan, mauna

26 November 2009

a i u e o

my status on facebook is at the day, i'm alone
tadinya, tapi sekarang ga. Al nangis minta aku datang menjemputnya di a i u e o, just a few minute. Aku pikir setelah kujemput dia bakal minta pulang... . eh eh eh (minjem quote nya mj) dia malah minta masuk kelas dan... . terereng teng teng!
Bangun tidur Al udah rewel, nangis minta keluar. Salahku juga siy janjiin dia mau ajak pergi, akhirnya nangislah ia karena batal pergi, ujan. Setelah kurayu, kuajaklah dia pergi ke ruko sebelah, swalayan 'belanja hemat harga bersahabat '. Pas pulangnya tau jalan ke rumah langsung slep... . mogok lagi, dia minta naik ojek rupanya. "Adek yuk kita maen puzzle", rayuku. akhirnya dia ngangguk juga. Alhamdulillah legaa.
Belum lama kami maen puzzle, ada tetangga yang nyamperin dan ngajak, "yuk Al kita sekolah" katanya. Hey hey hey seperti dapet angin segar ya le, pikirku. Dengan mantap ia jawab, "eh". Ikutlah ia bersama anak2 para tetangga dan nyampe deh di a i u e o.  Gak lama cuma 10 menit, ada telp berdering dan jeng jeng, sesuai perkiraan. padahal dah terlanjur bikin my status on facebook is at the day, i'm alone

tadinya, tapi sekarang ga. Al nangis minta aku datang menjemputnya di a i u e o, just a few minute. Aku pikir setelah kujemput dia bakal minta pulang... . eh eh eh (minjem quote nya mj) dia malah minta masuk kelas dan... . terereng teng teng!
belajarlah ia...bersama denganku tentunya. Nnyai bareng, belajar nama2 transportasi dan nama2 hewan yang sebagian besar udah dia hapal karena selain mengenal langsung, dia juga bisa belajar di rumah dengan tempelan bergambar di dinding tempat ia biasa bermain. Well, sejauh ini dia senang di sana, "mungkin dia udh pengen sekolah", celetuk salah satu ibu murid di sana. Ya mungkin, tapi memang siy dia butuh teman main seumuran, bukan cuma aku.