27 April 2011

Ide Baru

Rupanya sudah agak lama aku tak memperbaiki rumah ini. Suami bilang, sayang rumah lama terbengkalai setelah punya rumah baru. Kemudian kami terlibat obrolan yang panjang, sampai pada suatu kesimpulan, suami memberikan ide baru untuk rumah lama ini.

Apakah ide baru itu?
Yaa ide suami untuk memintaku merenovasi ulang desain rumah beserta seluruh interiornya menjadi sesuatu yang baru. Boleh juga, kataku akhirnya. Hmm, untuk itu aku sedang berpikir gimana enaknya, meluluskan permintaan suamiku itu. Berpikir bagaimana caranya agar rumah ini kembali ramai dikunjungi... Ada saran, enaknya seperti apa?? Masih mencoba mengumpulkan banyak masukan dan harus banyak belajar kepada para pendahulu nih... hhe

03 February 2011

Sambang dulu ke rumah lama ^_^

Ini adalah kali pertamanya aku login ke blogspot di tahun 2011. Dan sepertinya memang sudah sangat lama tidak menyambangi rumahku yang di sini. Rindu juga sama blogspot. Bagaimanapun juga blogspot sudah mengenalkan aku pada aktivitas blogging beberapa tahun silam, sekalipun tidak aktif menulis. Aku tetap mempertahankan blog ini, meski waktu itu tidak pernah terbersit ingin aktif di dunia maya seperti sekarang ini (eh, baru tahap mencoba aktif ^_^). Sampai akhirnya resign kerja dan menikah, aku mulai lagi menulis di blog ini setelah beberapa bulan menikah dan sedang hamil. Masih jarang-jarang sih, ya maklumlah pengangguran banyak acara dan lagi seneng-senengnya menikmati 9 bulan yang menakjubkan. Aihihi... .

Di penghujung tahun 2006 aku mulai blog ini dengan tulisan pertamaku adalah salam perkenalan. Sekian lama blog ini hanya di isi dengan artikel-artikel yang ku sadur dari beberapa sumber, tentunya dengan menyebutkan sumber di mana artikel tersebut kuperoleh. Mengalir, berlanjut kepada tulisan-tulisanku tentang kehamilan. Sempat berhenti lama, dan mulai aktif kembali sejak setahun yang lalu hingga sekarang.

Menyenangkan sekali, bisa berkenalan dengan banyak orang dan saling berbagi lewat tulisan. Meskipun tak pernah bertatap muka dan berada dalam ruang yang sama, namun masih bisa saling berbagi dan saling silaturrahim, asik bukan?!

16 December 2010

Mencoba Blog Baru

Ternyata pake layanan ini lumayan juga. Ini blog baru di layanan tersebut. http://rumahmauna.wordpress.com

09 December 2010

Syukur

Alhamdulillah masih diberi kesempatan oleh Allah diberikan banyak kenikmatan dengan jalannya masing-masing.
Bersyukur masih bisa menyaksikan dan menemani anak-anak tumbuh dan mengajarkan kebaikan kepada mereka. Bersyukur dipercayakan sepasang anak laki dan perempuan. Bersyukur atas semua kebaikan yang Allah berikan yang tentunya didapat dengan jalannya masing-masing sesuai dengan yang Allah gariskan.
Bersyukur masih diberi kesempatan melahirkan anak-anak yang lucu dan semoga kelak menjadi anak-anak yang shalih dan mampu menjadi penyejuk mata bagi orang-orang dilingkungannya. Meskipun dengan cara yang berbeda dari ibu-ibu kebanyakan yang melahirkan bayinya dengan normal dan tanpa masalah. Aku masih bersyukur, walau harus melalui jalan yang berbeda, kedua anakku lahir dengan operasi dan bermasalah dengan Berat Badannya (BBLR). Tapi ya itulah, setiap kebahagiaan ditempuh dengan jalannya masing-masing. 
Dan cara Allah itu indah sekali untuk membuat ummatnya mendapatkan  suatu pengetahuan. Dengan berbagai masalah terkait kandungan yang beberapa kali harus kulalui, membuatku semakin banyak mendapat ilmu tentang kedokteran, kesehatan, kandungan, penyakit dan bayi dengan beberapa masalah baik karena BBLR maupun Premature.
Mungkin tulisan berikutnya akan mengulas tentang hal-hal baru yang kudapatkan. InsyaAllah

Azizah Al-Haqqoni

Ini Foto Azizah 3 minggu, masih imut

Mas Fathan sayang dedek Azizah

 
Dedek Azizah lagi pules bobok


Mas Azizah seneng ada dedek

Hati-Hati Memilih Dokter Kandungan

Untuk Kawan Perempuan baik yang masih gadis ataupun sudah ibu-ibu, baik yang sudah hamil maupun yang sedang merencanakan kehamilan. Tak lupa buat para laki-laki yang dalam hal ini bapak ataupun suami. Sebaiknya anda perlu berhati-hati memilih dokter Spesialis Kandungan/Obgyn (dspog), kenapa? Karena objek yang diperiksa adalah daerah rawan yang kalau terjadi kesalahan bisa berakibat fatal. 

Menyinggung tentang kesalahan diagnosa/pemeriksaan, akhir-akhir ini sering terjadi malpraktek, bahkan tak sedikit kasus-kasus malpraktek terjadi di rumah sakit - rumah sakit besar yang ditangani oleh dokter-dokter dengan jam terbang tinggi dan dengan fasilitas penunjang pemeriksaan yang berkualitas. Begitupun di sekitar saya, beberapa terjadi di rumah sakit dan orang-orang disekeliling saya baik dokternya sebagai pelaku malpraktek maupun pasien dalam hal ini sebagai korban, termasuk saya sendiri.

Berikut beberapa kasus malpraktek yang terjadi di sekitar saya dan yang saya alami sendiri sebagai pengalaman pribadi yang saya pikir baik untuk dibagi agar orang lain tidak menjadi korban yang sama.

Kasus pertama diceritakan oleh seorang kawan sesama ibu, yang korbannya memang tidak saya kenal, tapi dokternya adalah dokter yang sama yang menangani saya, hanya saja kami berdua berada pada RS yang berbeda. Karena dspog yang bersangkutan memang praktek di banyak tempat di RS-RS Besar. Sebut saja ibu A yang baru mengetahui bayinya tidak lengkap jarinya setelah keluar dr RS. Ibu A tidak tahu sebelumnya karena selama di RS yang mengurusi bayi adalah perawat dan pastinya bayi di bedong terus selama di RS kecuali saat berganti pakaian saja terlihat jari-jarinya itupun yang merawat bayi adalah perawat. Namun baiknya sang perawat yang menjadi operator selama ibu A di ruang operasi mengadukan kejadian yang disimpan rapat oleh dspog yang menangani ibu A ini. Bahwasannya pada saat melakukan bedah di perut ibu A dengan pisau laser, jari si dedek bayi ikut terpotong dan disimpan di saku pakaian steril yang diapakai oleh dspog yang menangani dan tidak melaporkan diri ke pihak RS. Dan Dspog yang bersangkutan diskors dari RS tersebut.

Kasus Kedua, masih dengan dokter yang sama namun dengan sumber yang berbeda. Sumbernya adalah teman kakak yang merupakan korban langsung dari si dspog yang sama tersebut. Ibu tersebut menyampaikan ke kakak saya, bahwa bayinya meninggal di dalam kandungan tanpa sebab dan itu tidak terdeteksi selama pemeriksaan padahal ibu itu mengaku kalau dia melakukan pemeriksaan rutin. Wallahua'lam bis shawwab

Kasus ketiga, ini terjadi pada seorang istri teman suami, kebetulan saya juga kenal hanya saja dokter yang menangani berbeda. singkat cerita, Ibu tersebut melakukan bedah cesar untuk mengeluarkan bayinya dan diikuti terpotongnya saluran kencing yang mengakibatkan ibu tersebut harus memakai kateter selama 3 minggu setelah bedah cesar yang dilakukannya. 

Kasus berikutnya, dialami oleh tante saya. Beliau cesar anak pertama dan beberapa waktu sesudahnya mengalami nyeri/sakit hebat di perutnya. Ternyata setelah dilakukan USG, tampak sebuah gunting bedah di dalam perutnya. Akhirnya tante saya harus dibedah lagi untuk mengeluarkan gunting yang tertinggal di dalam perutnya.

Kasus terakhir adalah kasus yang saya alami sendiri. Seperti saya sampaikan di tulisan saya sebelumnya, saya mengetahui bahwa kandungan saya bermasalah setelah mendekati waktu kelahiran. Tepatnya di minggu ke 35 masa kehamilan saya. Bermula dari pemeriksaan dua mingguan hingga masuk pemeriksaan satu mingguan saya curiga dengan perut yang tak kunjung membesar dan berat badan bayi yang tak juga bertambah. Padahal dari beberapa sumber yang saya dapat, seharusnya pertumbuhan BB bayi di minggu-minggu ini naik 0.5 kg. Karena diagnosa dokter menyatakan sehat dan normal lagi-lagi saya ga bisa bertanya lebih banyak karena setiap pertanyaan saya selalu dijawab dengan, "gak papa, ibu. Bayinya sehat dan normal". Sebenarnya meski tidak nyaman karena jawaban beliau di setiap waktu kontrol selalu sama dan waktu pemeriksaan yang terburu-buru, saya terpaksa menerima karena beliau adalah dspog perempuan satu-satunya di RS besar di dekat tempat tinggal saya. Dan Sebagai second opinion saya periksa di tempat lain dengan dokter yang berbeda (kali ini terpaksa karena dokternya laki-laki, hiks) dan kebetulan di RS tersebut menerima share jamkes untuk PNS. Dari hasil pemeriksaan dspog ini, menurut beliau terjadi beberapa keanehan dalam kandungan saya, ketuban yang berkurang dan BB bayi yang terjadi selisih lebih kecil 4 minggu dari yang seharusnya. Intinya bayi tidak berkembang dan harusnya sudah diketahui dari 4 minggu yang sebelumnya. Akhirnya setelah mencari dokter yang lain sebagai penguatan dari dua pendapat yang berbeda, saya mencoba mencari opini yang lain dari dokter senior di RS yang lain. Dari sanalah aku harus puas dengan diagnosa dokter yang mendukung pernyataan dokter kedua atas pemeriksaan kandunganku. Dan akhirnya harus dilakukan bedah cesar karena ketuban sudah kering. Inilah foto bayiku yang kata dokter yang membantu proses kelahirannya, seperti berada di padang pasir-kering kerontang.



Pendidikan Seks Anak

Postingan ini terinspirasi dari koment saya di blog teman.

Menurut penjelasan Bu Herlini Amran, Sebagai orang tua, mengajarkan pendidikan seks kepada anak sejak dini itu hukumnya wajib… tentu saja sesuai dengan porsinya.
1. mengajarkan anak rasa malu sejak ia masih bayi, misal membiasakan ia mandi dan berganti pakaian di tempat tertutup atau tidak di depan orang lain
2. menjaga anak perempuan dalam berpakaian, terutama ketika saudaranya (kakak/adiknya) sudah mengerti perbedaan aurat laki dan perempuan
3. memisahkan tempat tidur atr anak laki dan perempuan sejak usia tamyiz (7-10 th)
4. mengajarkan kepada anak untuk meminta ijin sebelum masuk kamar ortu/sauadaranya sejak usia tamyiz
5. mengajarkan anak tentang cara berpakaian sejak kecil (pakaian laki dan pakaian perempuan)
6. mengajarkan anak maskulin untuk anak laki dan feminin untuk anak perempuan dalam hal berpakaian dan mainan
7. mengajarkan anak thdp semua pekerjaan tanpa memandang gender
8. membiasakan anak menjalankan kewajiban dalam islam sejak kecil, dan mengajarkan anak kewajiban2 yang tidak boleh ditinggalkan setelah ia baligh
9. mengajarkan anak pendidikan ttg Rumah Tangga ketika menjelang pernikahannya
10. yang ini mohon maaf ya, tp penting sekali. orang tua tidak berhubungan suami istri di dekat (dalam satu ruangan) anak skalipun anak sedang tidur dan masih bayi.

pengetahuan ini saya dapat sewaktu kunjungan ke rumah bu herlini amran dan beliau menerangkan ttg pendidikan seks anak sejak dini. smoga bermanfaat

11 November 2010

Hasil Second Opinion

Serangkaian test pemeriksaan mulai dari USG hingga CTG telah kulalui. Dengan tetap menenangkan hati dan menguatkan diri, aku coba bertanya pada perawat hasil dari pemeriksaan tadi. Dan benar saja mengetahui hasilnya membuatku bertambah tegang, apalagi tampak raut muka perawat yang menanganiku sedikit cemas. Kesimpulan dari rangkaian pemeriksaan adalah, aku harus segera mengeluarkan janin yang ada dalam kandunganku, malam ini atau besok pagi. Allahu akbar.. Rabb, kuatkan hamba.. Mencoba tetap tegar..

10 November 2010

Tanpa ditemani Suami

Mencoba sabar dan tegar, terbayang perjalanan pulang, sendiri tanpa ditemani suami, ga ada ojek, ga ada taxi pula.
Bingung, cemas, sedih membuat butir2 air mata serasa mau tumpah manakala telepon dan pesan tak henti2nya masuk menanyakan hasil pemeriksaan, menambah sesak dada yang sedari tadi mencoba menahan diri untuk tetap tegar.
Alhamdulillah sedikit lebih tenang, ada mas yang bisa jemput dan memberikan penguatan. Juga suami yang berjanji segera pulang setelah merampungkan tugasnya. Allah jagalah kami.

08 November 2010

Second Opinion (part 2)

Masih soal second opinion.
Malam itu juga, setelah menitipkan fathan pada budhenya, aku berangkat ke RS tujuan dengan diantar tukang ojek (yang ini bukan jekpri, tp bener2 tukang ojek). Maklumlah suamiku masih seorang kuli yang siap terima tugas tambahan sewaktu2. Jadilah aku konsultasi sendirian.
Tanpa komunikasi panjang lebar, dokter menyuruhku mengikuti serangkaian tes sebagai pemeriksaan lanjutan. Tentulah aku smakin stress, apalagi serangkaian tes yang kujalani slesai hingga larut malam. Bersambung..

Second Opinion

Menyambung postingan sebelumnya.
Setelah berdiskusi panjang lebar dg suami dan keluarga yang lain, kami-aku dan suami memutuskan untuk periksa kembali dengan dokter obsgyn yang lain dengan peralatan penunjang yang lebih lengkap sebagai second opinion tepatnya 3 hari sesudah pemeriksaan itu.
Setelah survei ke beberapa RS di Bekasi,akhirnya pilihan jatuh kepada dokter obsgyn senior yang praktek di sebuah RS swasta ksusus Ibu dan Anak.

07 November 2010

Sebelum Keputusan Besar itu

Berat rasanya menerima kenyataan bahwa kandunganku bermasalah setelah keputusan ganti dokter obsgyn. Apalagi mengingat aku dan suami rutin memeriksakan kondisi janin di dalam kandungan dari periode sebulan sekali hingga memasuki periode pemeriksaan mingguan dan semua normal. Tapi itulah adanya, kandunganku bermasalah.
Sedih,cemas, khawatir semua perasaan tak nyaman itu tiba-tiba saja muncul dalam benakku. Kekhawatiran yang sangat akan kondisi si kecil di kandungan membuatku semakin stress.

07 August 2010

Bapak

Masih menyambung tulisan sebelumnya tentang bapak, yang tergabung dalam arsip catatan.
Bapak, adalah orang yang baik, shalih (ukuran ku dan saudara2ku), tegas, disiplin dan punya prinsip. 
Sebagian orang yang baru mengenal beliau, mungkin akan berpendapat bapak adalah orang yang galak dan ceplas-ceplos. Karena memang itulah karakter bapak, yang kalo ga suka sama perilaku/tindakan orang lain langsung ditegur saat itu juga, ga pake ghibah :).
Tapi bagi kami anak-anak beliau, beliau adalah bapak yang baik buat kami, bisa mendidik kami untuk menjadi pribadi yang shalih, punya pendirian/prinsip dan tahan banting (smoga saja aku masuk di dalamnya, berharap sangat ^_^). Dalam keseharian, bapak sangat mengutamakan masalah aqidah, sholat, ngaji/tilawah, puasa. Masih ingat betul, bagaimana bapak mendidik kami dengan kebiasaan sholat berjama'ah, ngaji selesai sholat dan puasa senin-kamis. Usiaku yang kala itu masih 3/4 tahun, baru mulai mengenal bapak, bagaimana beliau dan seperti apa beliau mendidik dan mengajarkan kami tentang kehidupan. Dalam hal ini, juga kebiasaan sehari-hari, biarpun masih 3 tahun-an, bapak tetap membangunkanku setiap kali adzan subuh, wudhu dan sholat subuh berjama'ah di mushola kecil di dalam rumah kami. Dan tidak hanya sekali aku ketiduran sewaktu sujud, sering bahkan, dan terbangun kaget pas semuanya udh selesai berdo'a. *_^ jadi malu... .Kadang wudhu lagi lalu sholat, terkadang langsung sholat aja ah nerusin rekaat yang tertinggal dan lebih sering sih tidur lagi, hihi bandel bgt ya :D tapi bapak ga marah atau terus menasehatiku, mungkin belum waktunya kali ya.. ngeles
Dikarenakan kebiasaanlah semua menjadi bisa. Seiring berjalannya waktu, di tahun berikutnya, aku dan kakakku yang juga masih di bawah usia tamyiz (baca:usia tamyiz sekitar 7-10 th, relatif masing2 anak. Tamyiz adalah kemampuan untuk membedakan baik dan buruk) ngotot nangis-nangis minta ibu untuk sholat kembali atau mengulang sholatnya jika ibu meninggalkan kami sholat berjama'ah... . ngefek ya.
Bapak memang sangat keras mengajari kami hal-hal yang berhubungan dengan masalah ibadah, termasuk bagaimana kami harus menutup aurat/berpakaian dan bergaul dengan orang lain dalam hal ini adalah lawan jenis. Tahun 1992, aku yang masih SD kelas 2, sudah disuruhbapak memakai kerudung ketika sekolah atau sewaktu pergi-pergi jauh. Perlu diketahui bahwasannya sebelum reformasi, pemakaian kerudung untuk area-area resmi pemerintahan masih sangat jarang dan dilarang. Karena belum boleh, pastinya bapak tetap memberikan alternatif untuk berpakaian rapi, yaitu pake rok panjang... . hihi keik mo madrasah, bedanya ga pake kerudung ajah. Dan bicara soal pergaulan, bapak tidak pernah melarang kami bergaul dengan siapapun selama itu bukan lawan jenis (berarti bukan siapapun ya??). Karena tidak suka anak-anaknya bergaul dengan lawan jenis, bapak selalu menyindir kalo ada teman lawan jenis yang datang ke rumah sekalipun itu hanya untuk urusan sekolah/tugas kelompok. Dan selama bapak masih ada, mungkin baru sekali temen ku yang namanya 'laki-laki' datang ke rumah untuk kelompok tugas membuat peta indonesia kelas 4 SD dan itupun di suruh pulang sama bapak padahal datangnya juga bersepuluh, dia aja yang laki... Subhanallah, bapakku memang punya prinsip. Justru itu aku kagum dengan beliau.
Karena besar dilingkungan yang taat agama, kamipun smakin terbiasa dengan hal-hal yang bapak ajarkan. Sekalipun bapak sudah tak bersama kami dan tak di sini lagi. Apapun yang bapak-ibu ajarkan akan selalu kami gunakan untuk mendidik anak-anak kami nantinya sehingga mampu menjadi anak-anak dan cucu-cucu yang shalih dan kuat kepribadiannya. 
Kita sayang dan rindu bapak-ibu. 
Allah berilah tempat terbaik untuk bapak dan ibu di jannah-Mu
sampaikan rasa sayang dan rindu kami untuk mereka 
dan kumpulkanlah kami sekeluarga di jannah-Mu kelak

06 August 2010

Sepuluh dan Enam Puluh Lima Tahun yang Lalu

"Bapak, trimakasih atas semua pengorbananmu, perhatian, kasih sayang, bimbinganmu, untukku juga adik2. Bapak, mudah2an Allah memeberimu tempat yang baik di sisiNya. Dilapangkan kubur bapak, diampunkan segala dosa. Trimakasih Allah, Engkau beri kami bapak yg baik. Mudah2an kami mewarisi kebaikannya. Allah, pintaku(pintaku juga)... Sayangi beliau. 65 th yg lalu bapak dilahirkan."

Itulah pesan singkat yang kuterima dari kakak tertuaku pada 1 Agustus 2010 pk 23:30. Seketika air mataku menitik satu per satu, sedih sekali.
Aku ingat betul tanggal 1 Agustus 65 tahun yang lalu bapakku dilahirkan (kata bapak-ibuku dulu) dan sudah 10 tahun berlalu bapak meninggalkan kami. Dan rasa sedih itu slalu muncul swaktu menyadari bapak telah tiada, begitupun saat kuketik setiap kata dalam tulisan ini. Aku rindu bapak. Kami semua rindu bapak. Semua hasil didikan bapak-ibu slalu melekat di pikiran dan sgala keseharian kami. Semoga slamanya... . Kami rindu bapak-ibu.
Hampir saja tak kuasa melanjutkan tulisan ini, hanya air yang terus menetes dari sudut mataku. Ditambah suara latar nasyid "kenangan bersama ayah"-nya espe... . tambah deras air mata ini mengalir.

"teringat masa indah masa-masa kecilku, kenangan bersama ayah di kampung halaman, sungguh indah, terlalu manis untuk dilupakan sungguh mesra meski beriring ketegangan.... Ayah terima kasih nanda haturkan kepadamu yang telah mendidikku dan membesarkanku bersama ibu, ayah engkaulah guruku yang terbaik spanjang usiaku yang telah membimbing masa kecilku meniti jalan Tuhanku. Allah smoga Kau berkenan membalas sgala kebaikannya, menerimanya dan meridhoinya di hadiratmu......."

Allah, segala puji hanya untukMu, karena Engkau berikan kesempatan kepada kami untuk menjadi anak-anak beliau berdua... . 



29 July 2010

Resep 3 : Pisang Gepe (khas Sulawesi Tengah)

Bahan : 
Pisang Kepok / Pisang Raja setengah matang
Susu kental manis / krim putih
Keju

Cara Pembuatan :
1. Kupas pisang setengah matang lalu memarkan atau tepatnya gepengkan dengan martil atau apalah yang bisa bikin pisang setengah matang menjadi gepeng.
2. Bakar pisang di atas bara api, dan angkat setelah matang.
3. Siapkan tempat untuk menyajikan pisang bakar tersebut kemudian tuangi susu kental manis putih dan taburi keju di atasnya.
4. Siap deh di makan.
5. Enak dimakan barengan dengan minuman hangat.

Weeww, jadi inget sore-sore di talise atau taman ria. Subhanallah kapan ya bisa main-main ke sana lagi. Pengen ke Tanjung Karang dan pantai Enu, snorkling euyyy......... .

28 July 2010

Resep 2 : Sambel Goreng Kentang Hati

Sambel Goreng Kentang Hati... .hmmm yummy
Mencoba mengasah ketrampilan perempuan

Bumbu : 5 buah Cabe Rawit
5 buah Cabe Keriting

3 siung Bawang Putih
10 siung Bawang Merah, 5 siung untuk bumbu, 5 siung untuk digoreng sebagai taburan kentang siap saji.
Lengkuas
3 lembar Daun Salam
3 batang Sereh



Bahan :
1/2 kg Kentang
1/4 kg Hati Sapi, bisa juga Hati Ayam


Cara Memasak : 
1. Kupas Kentang potong dadu lalu goreng hingga matang atau bisa juga kering.
2. Goreng irisan bawang merah hingga kering.
2. Rebus terlebih dahulu Hati sapi, setelah matang angkat dan potong bentuk dadu.
3. Haluskan cabe rawit, cabe keriting, bawang putih dan bawang merah, lalu tumis hingga sedap baunya, kemudian masukkan hati yang sudah dipotong bersama daun salam, sereh dan lengkuas yang sudah di memarkan.
4. Baru masukkan kentang dan goreng hingga bumbu meresap ke dalam hati dan kentang.
5. Angkat dan sajikan bersama taburan bawang goreng di atasnya.
6. Siap dimakan............

08 July 2010

Sobat Lama dan Kota 'apel'

Tiba-tiba teringat dengan sobat-sobat lama, ah mumpung dapet 100 sms gratis. Lumayan buat silaturrahim sama sobat-sobat yang lama tak bersua... Alhamdulillah beberapa sms sudah terkirim, dan sekarang tinggal tunggu balasan kawan. 
trttt... trttt... trttt beberapa sms datang berbarengan... .
Subhanallah... . sekian lama tidak berkomunikasi dengan sobat skalian, rindu sekali rasanya ingin bertemu, bercanda, cerita-cerita stelah perpisahan, dan nostalgia.
Dari temen SMA, temen semasa KULIAH, sampe temen-temen smasa di PALU.
Alhamdulillah banyak hal menyenangkan yang bisa kuketahui dari kabar sobat lamaku di sana. Ada yang sudah menikah, ada yang sudah hamil, ada yang sudah pindah kerja, ada yang punya usaha, ada yang... . wuih senang mengetahuinya, alhamdulillah. Sempat terpikir olehku mengajak mereka untuk reuni-an. Pasti menyenangkan, dan ternyata beberapa dari mereka punya ide yang sama. Ya, meskipun aku ingin skali bertemu dan berkumpul bersama mereka, aku hanya bisa mengatakan, "insyaAllah ya kalo pulang" swaktu menanyakan kesediaanku datang di reunian itu. Hu uh sedih banget kalo lebaran ga bisa pulang. 
Apalagi sejak menikah, aku belum pernah menginjakkan kaki ku lagi di kota 'apel' itu.... kangeeen... . dengan dingin kotanya, dengan sejuknya pemandangan dari atas bukit, kelokan perjalanan menuju ke sana, ramah penduduknya, bis yang slalu membawaku ke sana, cerita-cerita seram di beberapa kost-kost-an dan apapun deh tentang kota itu... .

30 June 2010

Fathan (gb)



inilah anakku yang suka skali dibuatin mainan dari koran atau kertas, perahu, topi, pesawat, dll

11 May 2010

Adeknya Fathan

Ini adalah minggu ke-11 kehamilanku, alhamdulillah atas rahmat dan karunia-Mu Rabb-ku... .
Setelah melewati hari-hari yang tak menentu dengan kondisi tubuhku sendiri, kini Alhamdulillah sudah lebih ringan dari hari-hari sebelumnya yang kadang enerjik/semangat, kadang lemah. Semoga ke depan lebih ringan dan lapang, amiin. 
Sebelum usia 4 bulan ini, aku harus lebih rajin berdo'a untuk anak yang kukandung ini. Karna nanti di bulan ke-4 Allah akan meniupkan ruh-nya dan menyertakan padanya 4 hal, usia, rizki, jodoh, susah/senang.
Smoga kami-orang tua bagi anak-anak kami adalah orang tua yang shalih-shalihah shingga bisa mlahirkan anak-anak yang shalih-shalihah pula yang bisa menjadi generasi terbaik di masanya kelak, dan mereka gunakan keshalihannya untuk agama, keluarga dan masyarakatnya kelak. dan smoga Engkau kumpulkan kami dengan keluarga kami dalam sebaik-baik kondisi di syurgamu, nanti. amiin

24 March 2010