08 November 2010

Second Opinion

Menyambung postingan sebelumnya.
Setelah berdiskusi panjang lebar dg suami dan keluarga yang lain, kami-aku dan suami memutuskan untuk periksa kembali dengan dokter obsgyn yang lain dengan peralatan penunjang yang lebih lengkap sebagai second opinion tepatnya 3 hari sesudah pemeriksaan itu.
Setelah survei ke beberapa RS di Bekasi,akhirnya pilihan jatuh kepada dokter obsgyn senior yang praktek di sebuah RS swasta ksusus Ibu dan Anak.

07 November 2010

Sebelum Keputusan Besar itu

Berat rasanya menerima kenyataan bahwa kandunganku bermasalah setelah keputusan ganti dokter obsgyn. Apalagi mengingat aku dan suami rutin memeriksakan kondisi janin di dalam kandungan dari periode sebulan sekali hingga memasuki periode pemeriksaan mingguan dan semua normal. Tapi itulah adanya, kandunganku bermasalah.
Sedih,cemas, khawatir semua perasaan tak nyaman itu tiba-tiba saja muncul dalam benakku. Kekhawatiran yang sangat akan kondisi si kecil di kandungan membuatku semakin stress.

07 August 2010

Bapak

Masih menyambung tulisan sebelumnya tentang bapak, yang tergabung dalam arsip catatan.
Bapak, adalah orang yang baik, shalih (ukuran ku dan saudara2ku), tegas, disiplin dan punya prinsip. 
Sebagian orang yang baru mengenal beliau, mungkin akan berpendapat bapak adalah orang yang galak dan ceplas-ceplos. Karena memang itulah karakter bapak, yang kalo ga suka sama perilaku/tindakan orang lain langsung ditegur saat itu juga, ga pake ghibah :).
Tapi bagi kami anak-anak beliau, beliau adalah bapak yang baik buat kami, bisa mendidik kami untuk menjadi pribadi yang shalih, punya pendirian/prinsip dan tahan banting (smoga saja aku masuk di dalamnya, berharap sangat ^_^). Dalam keseharian, bapak sangat mengutamakan masalah aqidah, sholat, ngaji/tilawah, puasa. Masih ingat betul, bagaimana bapak mendidik kami dengan kebiasaan sholat berjama'ah, ngaji selesai sholat dan puasa senin-kamis. Usiaku yang kala itu masih 3/4 tahun, baru mulai mengenal bapak, bagaimana beliau dan seperti apa beliau mendidik dan mengajarkan kami tentang kehidupan. Dalam hal ini, juga kebiasaan sehari-hari, biarpun masih 3 tahun-an, bapak tetap membangunkanku setiap kali adzan subuh, wudhu dan sholat subuh berjama'ah di mushola kecil di dalam rumah kami. Dan tidak hanya sekali aku ketiduran sewaktu sujud, sering bahkan, dan terbangun kaget pas semuanya udh selesai berdo'a. *_^ jadi malu... .Kadang wudhu lagi lalu sholat, terkadang langsung sholat aja ah nerusin rekaat yang tertinggal dan lebih sering sih tidur lagi, hihi bandel bgt ya :D tapi bapak ga marah atau terus menasehatiku, mungkin belum waktunya kali ya.. ngeles
Dikarenakan kebiasaanlah semua menjadi bisa. Seiring berjalannya waktu, di tahun berikutnya, aku dan kakakku yang juga masih di bawah usia tamyiz (baca:usia tamyiz sekitar 7-10 th, relatif masing2 anak. Tamyiz adalah kemampuan untuk membedakan baik dan buruk) ngotot nangis-nangis minta ibu untuk sholat kembali atau mengulang sholatnya jika ibu meninggalkan kami sholat berjama'ah... . ngefek ya.
Bapak memang sangat keras mengajari kami hal-hal yang berhubungan dengan masalah ibadah, termasuk bagaimana kami harus menutup aurat/berpakaian dan bergaul dengan orang lain dalam hal ini adalah lawan jenis. Tahun 1992, aku yang masih SD kelas 2, sudah disuruhbapak memakai kerudung ketika sekolah atau sewaktu pergi-pergi jauh. Perlu diketahui bahwasannya sebelum reformasi, pemakaian kerudung untuk area-area resmi pemerintahan masih sangat jarang dan dilarang. Karena belum boleh, pastinya bapak tetap memberikan alternatif untuk berpakaian rapi, yaitu pake rok panjang... . hihi keik mo madrasah, bedanya ga pake kerudung ajah. Dan bicara soal pergaulan, bapak tidak pernah melarang kami bergaul dengan siapapun selama itu bukan lawan jenis (berarti bukan siapapun ya??). Karena tidak suka anak-anaknya bergaul dengan lawan jenis, bapak selalu menyindir kalo ada teman lawan jenis yang datang ke rumah sekalipun itu hanya untuk urusan sekolah/tugas kelompok. Dan selama bapak masih ada, mungkin baru sekali temen ku yang namanya 'laki-laki' datang ke rumah untuk kelompok tugas membuat peta indonesia kelas 4 SD dan itupun di suruh pulang sama bapak padahal datangnya juga bersepuluh, dia aja yang laki... Subhanallah, bapakku memang punya prinsip. Justru itu aku kagum dengan beliau.
Karena besar dilingkungan yang taat agama, kamipun smakin terbiasa dengan hal-hal yang bapak ajarkan. Sekalipun bapak sudah tak bersama kami dan tak di sini lagi. Apapun yang bapak-ibu ajarkan akan selalu kami gunakan untuk mendidik anak-anak kami nantinya sehingga mampu menjadi anak-anak dan cucu-cucu yang shalih dan kuat kepribadiannya. 
Kita sayang dan rindu bapak-ibu. 
Allah berilah tempat terbaik untuk bapak dan ibu di jannah-Mu
sampaikan rasa sayang dan rindu kami untuk mereka 
dan kumpulkanlah kami sekeluarga di jannah-Mu kelak

06 August 2010

Sepuluh dan Enam Puluh Lima Tahun yang Lalu

"Bapak, trimakasih atas semua pengorbananmu, perhatian, kasih sayang, bimbinganmu, untukku juga adik2. Bapak, mudah2an Allah memeberimu tempat yang baik di sisiNya. Dilapangkan kubur bapak, diampunkan segala dosa. Trimakasih Allah, Engkau beri kami bapak yg baik. Mudah2an kami mewarisi kebaikannya. Allah, pintaku(pintaku juga)... Sayangi beliau. 65 th yg lalu bapak dilahirkan."

Itulah pesan singkat yang kuterima dari kakak tertuaku pada 1 Agustus 2010 pk 23:30. Seketika air mataku menitik satu per satu, sedih sekali.
Aku ingat betul tanggal 1 Agustus 65 tahun yang lalu bapakku dilahirkan (kata bapak-ibuku dulu) dan sudah 10 tahun berlalu bapak meninggalkan kami. Dan rasa sedih itu slalu muncul swaktu menyadari bapak telah tiada, begitupun saat kuketik setiap kata dalam tulisan ini. Aku rindu bapak. Kami semua rindu bapak. Semua hasil didikan bapak-ibu slalu melekat di pikiran dan sgala keseharian kami. Semoga slamanya... . Kami rindu bapak-ibu.
Hampir saja tak kuasa melanjutkan tulisan ini, hanya air yang terus menetes dari sudut mataku. Ditambah suara latar nasyid "kenangan bersama ayah"-nya espe... . tambah deras air mata ini mengalir.

"teringat masa indah masa-masa kecilku, kenangan bersama ayah di kampung halaman, sungguh indah, terlalu manis untuk dilupakan sungguh mesra meski beriring ketegangan.... Ayah terima kasih nanda haturkan kepadamu yang telah mendidikku dan membesarkanku bersama ibu, ayah engkaulah guruku yang terbaik spanjang usiaku yang telah membimbing masa kecilku meniti jalan Tuhanku. Allah smoga Kau berkenan membalas sgala kebaikannya, menerimanya dan meridhoinya di hadiratmu......."

Allah, segala puji hanya untukMu, karena Engkau berikan kesempatan kepada kami untuk menjadi anak-anak beliau berdua... . 



29 July 2010

Resep 3 : Pisang Gepe (khas Sulawesi Tengah)

Bahan : 
Pisang Kepok / Pisang Raja setengah matang
Susu kental manis / krim putih
Keju

Cara Pembuatan :
1. Kupas pisang setengah matang lalu memarkan atau tepatnya gepengkan dengan martil atau apalah yang bisa bikin pisang setengah matang menjadi gepeng.
2. Bakar pisang di atas bara api, dan angkat setelah matang.
3. Siapkan tempat untuk menyajikan pisang bakar tersebut kemudian tuangi susu kental manis putih dan taburi keju di atasnya.
4. Siap deh di makan.
5. Enak dimakan barengan dengan minuman hangat.

Weeww, jadi inget sore-sore di talise atau taman ria. Subhanallah kapan ya bisa main-main ke sana lagi. Pengen ke Tanjung Karang dan pantai Enu, snorkling euyyy......... .

28 July 2010

Resep 2 : Sambel Goreng Kentang Hati

Sambel Goreng Kentang Hati... .hmmm yummy
Mencoba mengasah ketrampilan perempuan

Bumbu : 5 buah Cabe Rawit
5 buah Cabe Keriting

3 siung Bawang Putih
10 siung Bawang Merah, 5 siung untuk bumbu, 5 siung untuk digoreng sebagai taburan kentang siap saji.
Lengkuas
3 lembar Daun Salam
3 batang Sereh



Bahan :
1/2 kg Kentang
1/4 kg Hati Sapi, bisa juga Hati Ayam


Cara Memasak : 
1. Kupas Kentang potong dadu lalu goreng hingga matang atau bisa juga kering.
2. Goreng irisan bawang merah hingga kering.
2. Rebus terlebih dahulu Hati sapi, setelah matang angkat dan potong bentuk dadu.
3. Haluskan cabe rawit, cabe keriting, bawang putih dan bawang merah, lalu tumis hingga sedap baunya, kemudian masukkan hati yang sudah dipotong bersama daun salam, sereh dan lengkuas yang sudah di memarkan.
4. Baru masukkan kentang dan goreng hingga bumbu meresap ke dalam hati dan kentang.
5. Angkat dan sajikan bersama taburan bawang goreng di atasnya.
6. Siap dimakan............

08 July 2010

Sobat Lama dan Kota 'apel'

Tiba-tiba teringat dengan sobat-sobat lama, ah mumpung dapet 100 sms gratis. Lumayan buat silaturrahim sama sobat-sobat yang lama tak bersua... Alhamdulillah beberapa sms sudah terkirim, dan sekarang tinggal tunggu balasan kawan. 
trttt... trttt... trttt beberapa sms datang berbarengan... .
Subhanallah... . sekian lama tidak berkomunikasi dengan sobat skalian, rindu sekali rasanya ingin bertemu, bercanda, cerita-cerita stelah perpisahan, dan nostalgia.
Dari temen SMA, temen semasa KULIAH, sampe temen-temen smasa di PALU.
Alhamdulillah banyak hal menyenangkan yang bisa kuketahui dari kabar sobat lamaku di sana. Ada yang sudah menikah, ada yang sudah hamil, ada yang sudah pindah kerja, ada yang punya usaha, ada yang... . wuih senang mengetahuinya, alhamdulillah. Sempat terpikir olehku mengajak mereka untuk reuni-an. Pasti menyenangkan, dan ternyata beberapa dari mereka punya ide yang sama. Ya, meskipun aku ingin skali bertemu dan berkumpul bersama mereka, aku hanya bisa mengatakan, "insyaAllah ya kalo pulang" swaktu menanyakan kesediaanku datang di reunian itu. Hu uh sedih banget kalo lebaran ga bisa pulang. 
Apalagi sejak menikah, aku belum pernah menginjakkan kaki ku lagi di kota 'apel' itu.... kangeeen... . dengan dingin kotanya, dengan sejuknya pemandangan dari atas bukit, kelokan perjalanan menuju ke sana, ramah penduduknya, bis yang slalu membawaku ke sana, cerita-cerita seram di beberapa kost-kost-an dan apapun deh tentang kota itu... .

30 June 2010

Fathan (gb)



inilah anakku yang suka skali dibuatin mainan dari koran atau kertas, perahu, topi, pesawat, dll

11 May 2010

Adeknya Fathan

Ini adalah minggu ke-11 kehamilanku, alhamdulillah atas rahmat dan karunia-Mu Rabb-ku... .
Setelah melewati hari-hari yang tak menentu dengan kondisi tubuhku sendiri, kini Alhamdulillah sudah lebih ringan dari hari-hari sebelumnya yang kadang enerjik/semangat, kadang lemah. Semoga ke depan lebih ringan dan lapang, amiin. 
Sebelum usia 4 bulan ini, aku harus lebih rajin berdo'a untuk anak yang kukandung ini. Karna nanti di bulan ke-4 Allah akan meniupkan ruh-nya dan menyertakan padanya 4 hal, usia, rizki, jodoh, susah/senang.
Smoga kami-orang tua bagi anak-anak kami adalah orang tua yang shalih-shalihah shingga bisa mlahirkan anak-anak yang shalih-shalihah pula yang bisa menjadi generasi terbaik di masanya kelak, dan mereka gunakan keshalihannya untuk agama, keluarga dan masyarakatnya kelak. dan smoga Engkau kumpulkan kami dengan keluarga kami dalam sebaik-baik kondisi di syurgamu, nanti. amiin

24 March 2010